CERITA KAMI

Menjadi Pemimpin Ibadat yang Prima

05-04-2019 14:09

Minggu, 3 Maret 2019. Penanda waktu masih menunjukkan pukul 4.00 dini hari. Tetapi aktivitas di lingkungan PT Kanisius Deresan sudah terlihat. Tampak tiga orang pria sudah bersiap-siap menuju ke Paroki St. Maria Gubug, guna mendukung acara pertemuan para Prodiakon Paroki. Kendaraan pun mulai melaju meninggalkan area kantor pusat PT Kanisius pukul 4.30.

Pukul 8.45 tim dari PT Kanisius sampai di Paroki St. Maria Gubug. Kedatangan tim PT Kanisius disambut dengan sukacita oleh Romo Lasadi (Romo Paroki St. Maria Gubug). Setelah bercengkerama sejenak, tim PT Kanisius diajak menuju tempat pertemuan, di kompleks SMA Keluarga, Gubug. Telah hadir dua orang narasumber dari Komisi Liturgi Kevikepan Semarang (Bapak Naryo dan Bapak Parji) yang akan memberikan materi seputar Ibadat.

 

Suasana ruang kelas yang disulap menjadi ruang pertemuan untuk para prodiakon Gubug sudah semarak dan ramai. Kehadiran tim PT Kanisius langsung disambut oleh para prodiakon dengan antusias. Tim PT Kanisius segera menyiapkan “lapak”, begitu lapak dibuka, serbuan para prodiakon membuat suasana semakin ramai dan seru. Rupa-rupanya kerinduan para prodiakon akan buku-buku pendukung tugas sangat dinanti-nantikan, terbukti dengan banyaknya buku yang diborong oleh para prodiakon, juga oleh Romo Lasadi sendiri sebagai Romo Paroki.

Acara inti dibuka dengan pengantar oleh Romo Lasadi. Beliau mengungkapkan kegembiraannya, karena kehadiran PT Kanisius dari Yogyakarta dengan buku-buku pendukung tugas prodiakon, juga kedatangan tim Komisi Liturgi Kevikepan Semarang untuk berbagi ilmu. Romo Lasadi berharap para prodiakon semakin terampil dalam memimpin ibadat dan memberikan renungan/homili, lebih-lebih nanti setelah mendapatkan banyak tips dari tim Komlit Kevikepan Semarang.

Sesi ibadat dibuka oleh Bapak Naryo dan Bapak Parji selaku tim dari Komlit Semarang. Beliau berdua membagikan pengalaman selama bertugas sebagai prodiakon dengan beraneka macam bentuk ibadat (sabda, berkat) dan langkah-langkah untuk mempersiapkan ibadat dengan baik. Selain materi yang diberikan tim komlit, juga ada sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang muncul dari peserta: “Dalam ibadat sabda, di manakah bisa dimasukkan salam damai dan kolekte? Apakah sebelum Bapa Kami atau setelah doa penutup dan berkat?” Pertanyaan sederhana ini bisa menjadi polemik yang sangat besar jika tidak disikapi dengan baik. Dalam ibadat sabda, salam damai bisa dilakukan sebelum doa bapa kami, namun cukup dengan sesama umat di samping kiri kanan depan belakang, tidak perlu semua saling bersalam-salaman. “Saat” pengumpulan kolekte, bisa mengacu pada kebijakan paroki/wilayah masing-masing, karena setiap paroki mempunyai kebijakan yang tidak sama.

Acara ditutup dengan pemberian doorprize oleh Romo Paroki, Romo Lasadi memberikan beberapa pertanyaan untuk dijawab para peserta. Bagi yang beruntung akan mendapatkan beberapa buku seperti: Inspirasi Batin 2019 jilid 1-3, Memahami 150 lambang Liturgi, Memahami Rabu Abu, Prapaskah, dan Minggu Palma, Memahami 101 Kata “Terpenting” Seputar Liturgi, Memahami Hari Sabat dan Hari Minggu, dan Bimbing Anak Cinta Alkitab. Semua doorprize tersebut disediakan oleh tim PT Kanisius.

*Widiantoro