CERITA KAMI

Buku Bapak Kardinal: The Untold Stories

08-04-2019 13:23

Selama catur wulan dua dan tiga tahun 2018, beberapa rekan Redaksi Gerejawi tampak hilir mudik ke Wisma Emaus, Girisonta, Ungaran. Pada waktu itu, mereka sedang mengerjakan naskah by design bersama kardinal kedua Indonesia, yaitu Bapak Yulius Kardinal Darmaatmadja SJ. Naskah inilah yang sekarang menjadi buku “Umat Katolik Dipanggil Membangun NKRI; Dalam Terang Iman Katolik Mengamalkan Pancasila untuk Menggapai Damai Sejahtera Dunia Akhirat”. Buku terbitan PT Kanisius tahun 2019 ini merupakan buku pertama yang dikarang Bapak Kardinal.

“Selama saya menjadi imam, uskup, bahkan kardinal, baru kali ini saya menulis sebuah buku. Biasanya, cuma menuliskan khotbah untuk hari minggu dan perayaan tertentu atau suatu artikel ketika di minta oleh orang. Tapi, terima kasih karena teman-teman dari PT Kanisius selalu siap membantu selama penulisan”, ungkap Bapak Kardinal disertai raut wajah penuh sukacitanya. Hal ini menjadi salah satu latar belakang beliau ketika bercerita tentang kesulitannya dalam menulis buku.

Awalnya, Redaksi Gerejawi menyusun Term of Reference penulisan naskah by design ini. Pada 12 Mei 2018, dilakukanlah pertemuan antara redaksi dan Bapak Kardinal. Dalam pertemuan itu, dibicarakan pula mengenai tindak lanjut dari TOR yang telah dikirim beberapa waktu sebelumnya. Setelah itu, proses berjalan dengan dilanjutkan dalam perjumpaan atau kontak menggunakan telepon atau surat elektronik. Beberapa kali perjumpaan dilakukan untuk sowan dan dialog bersama Bapak Kardinal di Girisonta. Di sisi lain, Rm. Andre Yuniko SJ, sebagai minister komunitas Girisonta merangkap sekretaris Bapak Kardinal, menjadi pendampingnya dalam menulis sekaligus narahubung dengan Redaksi Gerejawi.

Pada 23 Oktober 2018, redaksi kembali sowan ke Girisonta untuk melanjutkan proses penulisan sambil membawakan contoh cover bukunya kelak. Ternyata, Bapak Kardinal tidak menghendaki foto dirinya sebagai cover secara utuh. Dengan rendah hati pula, dia meminta, “Nanti kalau di dalam buku juga demikian, jangan foto saya yang terlalu banyak. ‘Kan ini bukan biografi, lagi pula nanti pembacanya supaya tidak bosan melihat saya terus”, tambahnya sambil tertawa kecilnya yang khas. Selain itu, ketika menjalani sesi foto pada 30 Oktober 2018, Bapak Kardinal tampak sangat menikmatinya dan tidak merasa terbebani ketika harus berganti pakaian. Bahkan, beliau juga berkenan untuk mengambil beberapa koleksi album fotonya di masa lalu dari kamarnya menuju ruang tamu di mana redaksi singgah.

Setelah berproses lagi, akhirnya pada tanggal 20 Desember 2018, buku karangan Bapak Kardinal ini berhasil dicetak dan diterbitkan. Waktu itu, Redaksi Gerejawi (Victi, Galih, Rosa, dan Tano) menuju Girisonta untuk menyerahkan buku tersebut. Buku bernomor 1018001087 dan ISBN 978-979-21-5764-2 ini adalah persembahan untuk usia beliau yang ke 84 tahun. “Walau pun (buku) ini dipersembahkan untuk saya, namun saya ingin mempersembahkannya untuk umat Katolik di Indonesia, tanpa terkecuali”, tutur Bapak Kardinal waktu itu.

Semoga, buku “Umat Katolik Dipanggil Membangun NKRI” karangan Bapak Yulius Kardinal Darmaatmadja ini memberikan pengalaman iman yang baru bagi seluruh umat Katolik dalam menghayatinya di Indonesia. Pembangunan NKRI menuju yang lebih baik, damai, dan sejahtera adalah panggilan dan tanggungjawab seluruh warga negara, termasuk di dalamnya umat Katolik.

 

*Tano-Gerejawi