CERITA KAMI

Pengelolaan Lingkungan dan Limbah Industri PT KANISIUS

24-04-2019 10:44

Setiap tanggal 22 April dunia merayakan hari bumi. Banyak kegiatan diselenggarakan di berbagai tempat dan negara untuk memeriahkan dan merayakan hari bumi sebagai bentuk kepedulian pada keberlangsungan bumi.

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita sampah plastik yang dihasilkan oleh kota-kota dunia, sebanyak 1,3 milyar ton setiap tahunnya dan kecenderungannya selalu meningkat. Tak hanya di darat, laut pun menjadi tempat pembuangan sampah yang menyebabkan binatang-binatang laut ikut mengonsumsi sampah plastik tersebut. Kita pernah membaca ada ikan paus yang mati dan ketika isi perutnya dibelah, ditemukan aneka benda tak terurai di dalamnya.

PT KANISIUS adalah sebuah industri yang tidak berbeda dengan industri lainnya yangikut menghasilkan residu atas pengolahan barang mentah menjadi barang jadi yang biasa dikenal dengan istilah limbah. Bukan limbah plastik, melainkan limbah air dan limbah bahan berbahaya dan beracun.

Sejak tahun 2010, PT KANISIUS telah membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dapat mendaur ulang air limbah menjadi air yang bisa dipergunakan lagi untuk proses produksi. Dengan cara tersebut, tidak ada limbah cair yang dibuang ke lingkungan. Proses pembuatan IPAL melalui serangkaian tahap yang akhirnya bisa dioperasionalkan dengan stabil untuk mengolah air limbah sampai dengan saat ini. Dengan daur ulang tersebut, keperluan cuci plate dan roll cetak tidak lagi mengambil air tanah melainkan dari hasil daur ulang air limbah. Prinsip 3R (recycle, reuse, reduce) telah diterapkan. Dengan kata lain, selain tidak mencemari lingkungan, PT KANISIUS turut menghemat penggunaan air tanah.

Bagaimana dengan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3)? Pemerintah telah mengeluarkan peraturan mengenai pengelolaan LB3 melalui PP No. 101 tahun 2014. Pada intinya, peraturan tersebut mengatur dengan tegas bagaiman LB3 dikelola dengan dokumen sah, pengangkutan yang tersistem, serta tempat pengolahan dan pemanfaatan yang terstandarisasi. PT KANISIUS taat pada regulasi tersebut.

Masih tentang limbah, perusahaan ini tidak menghasilkan emisi udara, sebuah pilihan untuk menjaga lingkungan. Terkait limbah padat berupa sisa kertas yang tidak terpakai.Pengelolaan dilakukan dengan kerjasama dengan rekanan yang mengelolanya menjadi sampah daur ulang. Komitmen untuk menjaga keutuhan alam dan ciptaan tercermin dari pengelolaan operasional yang berwawasan lingkungan.

Sumbangan untuk merawat bumi juga dilakukan dengan adanya ruang terbuka hijau (RTH) yang persentasenya sebesar 57,2% dari 22.963 m2 luas lahan kantor. Di RTH ini, aneka tumbuhan dari strata rendah, sedang, dan tinggi ditanam di area perusahaan. Artinya, selain untuk konservasi air tanah yang dapat menyimpan air hujan ke dalam tanah, pepohonan aneka jenis yang ada ikut memproduksi O2 dan menyerap CO2. Boleh dikatakan, keberadaan RTH ini menjadi kantong air dan filter udara di kawasan sekitar PT KANISIUS berada.

Dalam tata kelola energi, pemakaian lampu LED dan pemasangan MCB menjadi salah satu pilihan untuk efisiensi energi.

Walau demikian, masih banyak yang harus ditingkatkan seperti penggantian kantong belanja dari plastik menjadi bahan yang ramah lingkungan. Ke depannya, kami menyadari perlunya mengelola hal tersebut untuk semakin menjadikan PT KANISIUS sebagai industri yang ramah lingkungan yang pada akhirnya tidak menambah beban bumi dari kerusakan-kerusakan.

Mari bergandeng tangan menjaga bumi menjadi tempat tinggal yang layak bagi kita dan generasi berikutnya.

*Christin Natalia Puspitaningrum