CERITA KAMI

TEMU KARYA K3S: MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA DI TENGAH KRISIS LINGKUNGAN HIDUP

05-07-2019 09:32

PURWOKERTO - Komisi Kerasulan Kitab Suci (K3S) Regio Jawa mengadakan Temu Karya tahunan di Rumah Pastoral Hening Griya, Baturraden, Keuskupan Purwokerto. Temu Karya ini diikuti oleh perwakilan Komisi Kerasulan Kitab Suci regio Jawa dari tujuh keuskupan, yaitu:

- Keuskupan Agung Semarang

- Keuskupan Purwokerto

- Keuskupan Malang

- Keuskupan Surabaya

- Keuskupan Agung Jakarta

- Keuskupan Bandung

- Keuskupan Bogor

 

Temu karya yang dilangsungkan pada 2-5 Mei 2019 ini dibuka dengan Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Purwokerto, Mgr. Christoporus Tri Harsono didampingi oleh para imam Ketua K3S Regio Jawa. Tema Temu Karya tahun ini adalah “Mewartakan Kabar Gembira di Tengah Krisis Lingkungan Hidup”. Dalam homilinya, Mgr. Tri mengungkapkan kegembiraannya atas kehadiran utusan dari masing-masing keuskupan untuk bersama-sama berbagi program kerja dan mematangkan bahan pendalaman Kitab Suci untuk tahun 2019. Beliau juga berharap, semoga Karya Kerasulan Kitab Suci orang Katolik semakin menjadi daya ubah yang lebih baik seperti kisah-kisah dalam Kitab Suci yang selalu diciptakan penuh dengan kebaikan. Beliau juga mengungkapkan tentang ketaatan dalam dalam konteks pewarta kabar gembira. Sebagai pewarta, baik pastor maupun awam apakah sudah mewartakan kabar gembira kitab suci yang memang buatan Allah, yang isinya begitu Ilahi, bukan buatan manusia? Pertanyaan dari Bapak Uskup Tri ini sungguh menghentak para peserta temu karya. Apalagi ketika dihadapkan pada realitas krisis lingkungan hidup yang saat ini sudah mencapai titik kritis.

Acara hari pertama ini dilanjutkan dengan Ceremonial Pembuka oleh Ketua Panitia, Rm. Ig. Wong Sani Saliwardaya, MSC. Selepas sambutan dari Romo Sani, acara dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Bapak Uskup. Untuk semakin menegaskan arah temu karya, panitia menghadirkan Bapak G.H. Soemartono (seorang dosen dan pemerhati lingkungan hidup). Dalam paparannya, beliau mengungkapkan kegelisahannya terkait krisis lingkungan hidup yang disebabkan oleh eksploitasi besar-besaran, tanpa mempertimbangkan kondisi di masa mendatang.

Pada hari kedua, para peserta mengikuti aktivitas outing ke Kampung Laut di wilayah Kabupaten Cilacap dengan tema “Melihat, Merasakan, dan Mengalami”. Kampung Laut adalah salah satu wilayah di mana Rm. Carolus, OMI berkarya selama lebih dari tiga dekade. Selama mengikuti aktivitas outing, para peserta diajak untuk melihat, mendengar, dan menyaksikan sendiri karya Rm. Carolus, OMI bersama dengan penduduk Kampung Laut. Kampung Laut adalah sebuah wilayah yang dulunya berupa rawa-rawa yang terpisah dari daratan, namun kini telah ‘disulap’ menyatu dengan daratan. Selama kurun waktu tiga dekade pula Rm. Carolus bersama penduduk Kampung Laut telah mengupayakan kemajuan kehidupan ekonomi dengan membuka ribuan hektar persawahan, dengan memanfaatkan sedimentasi tanah yang terbawa banjir. Program yang dilakukan Rm. Carolus dan penduduk Kampung Laut ini banyak didukung oleh bantuan dana dari Rotary International, Missereor, Irlandia, dan negara-negara Eropa yang menaruh perhatian penuh pada pengembangan SDM. Acara di Kampung Laut menjadi semakin lengkap dengan adanya testimoni dari masyarakat yang merasakan secara langsung dampak dari karya Rm. Carolus. Bapak Dedi selaku tokoh masyarakat, Bapak Juwandi selaku Kepala Desa, Bapak Beja selaku Kepala Dusun yang baru dilantik, dan Ibu Erna (perwakilah dari pemerintah Kecamatan).

Pada hari ketiga, Rm. Martin Harun, OFM memberikan materi utama, yaitu gagasan pokok BKSN tahun 2019, antara lain data-data ilmiah krisis lingkungan hidup yang terjadi di bumi akibat ulah manusia, serta kisah-kisah dari Kitab Suci yang bisa dijadikan bahan untuk pendalaman Kitab Suci tahun ini. Dokumen Laudato Si dari Paus Fransiskus menjadi salah satu dokumen pokok yang akan digunakan oleh komisi Kitab Suci.

Hari keempat diisi dengan sharing karya selama tahun 2018 yang telah dilakukan oleh masing-masing keuskupan dan ditutup dengan Perayaan Ekaristi bersama-sama. Acara temu karya tahun 2019 ini menghasilkan empat kesepakatan regio Jawa, yaitu:

1. Penyelenggaraan Pertemuan Nasional (Pernas) LBI dan Tema BKSN 2021-2024.

2. Rencana Temu Karya K3S 2020 di Keuskupan Agung Semarang.

3. Rencana Pelatihan Fasilitator Kitab Suci 2019/2020 yang dipusatkan di Keuskupan Agung Semarang.

4. Terpilih secara aklamasi Koordinator Regio Jawa Periode 2020-2022: Romo Josep Soesanto, Pr (Ketua K3S Keuskupan Agung Jakarta).

*Paulus Widiantoro