CERITA KAMI

Agama dan Praktik Kehidupan Masa Kini

30-10-2019 11:05

Ada banyak agama dan kepercayaan di Indonesia. Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan yang lainnya. Setiap penganut agama tertentu tentu mengalami aneka jalan spiritual yang berbeda. Karena itu, toleransi beragama lazim dijunjung tinggi di negara yang dihuni ratusan juta jiwa dengan aneka budaya dan tradisi yang menyertainya.

Agama menjadi topik hangat yang kerap diperbincangkan di pelbagai forum. Apalagi, agama kerap menjadi salah satu sumber konflik yang mengobarkan api kebencian di tengah-tengah masyarakat. Tentu masih melekat dalam benak kita peristiwa kerusuhan di Ploso, Ambon, Sampang, Sampit, dan beberapa daerah lainnya. Salah satu pemicu yang menjadi penyebab berkobarnya api konflik adalah masalah gesekan antaragama.

Di sinilah pentingnya menjaga toleransi. Antara penganut agama satu dan lainnya harus saling mengharga perbedaan dan kepercayaan masing-masing. Jangan sampai orang yang tidak seagama atau memiliki ritual ibadah yang tidak sama, menjadi alasan untuk mengobarkan kebencian di tengah-tengah masyarakat.

Buku Agama dan Kesadaran Kontemporer yang disusun Bartolomeus Sambo, dan kawan-kawan ini, menghadirkan berbagai perspektif tentang agama dan kehidupan masyarakat di zaman modern. Tulisan-tulisan yang dihadirkan rata-rata karya para dosen “Fenomenologi Agama”, yang memiliki banyak perspektif tentang praktik keagamaan yang ada.

Terima kasih kepada Koran Jakarta dan Saudara Untung Wahyudi atas pemuatan resensi Agama dan Praktik Kehidupan Masa Kini dari Buku Agama dan Kesadaran Kontemporer. Dimuat, Rabu, 9 Oktober 2019.