CERITA KAMI

Kegiatan Bedah buku berjudul PEMIMPIN, Menciptakan Budaya Unggul Generasi Milenial

31-10-2019 12:38

Kegiatan Bedah buku berjudul PEMIMPIN, Menciptakan Budaya Unggul Generasi Milenial, diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Univesitas Buddhi Dharma (HIMA-UBD) pada hari Sabtu, 14 September 2019 di Aula Universitas Buddhi Dharma Tangerang. Dalam acara bertajuk UBD Book Review#1(Release 1), penulis buku ini, Heri Soesanto, menjadi narasumbernya.

Ada yang menarik dalam acara bedah buku kali ini. HIMA-UBD mengemas acara tersebut dengan kombinasi apik antara musik, talkshow, dan bedah buku.  Kemasan acara bernuansa ala generasi milenial ini bertujuan meningkatkan minat baca peserta serta meningkatkan pemahaman yang jelas dan baik dalam memahami isi buku. Diharapkan acara ini bisa dilanjutkan dengan release selanjutnya.

Saat sesi bedah buku dan talkshow, isi buku PEMIMPIN diulas dengan menarik karena menyandingkan teori kepemimpinan dan budaya organisasi dengan contoh aktual berdasarkan pengalaman pengarang. Dengan demikian, pembaca dapat memahami teori yang dijelaskan beserta contoh konkretnya.

Materi tentang kepemimpinan ini dapat dipraktikkan oleh siapa saja, tidak hanya oleh para pelaku industri, melainkan juga praktisi di bidang lain, termasuk dunia pendidikan. Keahlian memimpin adalah keahlian yang dapat dipelajari dan dipraktikkan oleh siapa pun.

Heri Soesanto, yang bekerja sebagai Corporate HR Director Mayora Group, menjabarkan secara rinci cara dan strategi seorang pemimpin dalam menentukan tujuan dan menyusun rencana yang terukur. Penyusunan rencana dilakukan dengan memakai KPI (Key Performance Indicator) sebagai alat ukur pencapaiannya. Hal ini juga bisa diterapkan dalam dunia pendidikan ketika membuat rencana strategi lembaga pendidikan yang dikelola. Selain itu, Heri Soesanto juga menyajikan langkah-langkah dan contoh kuesioner untuk mengukur budaya kerja.

Bedah buku semakin seru karena mahasiswa, dosen, dan guru yang hadir saat itu antusias mendalami materi kepemimpinan pada era milenial ini. Tentu tidak sekadar belajar menjadi memimpin, tetapi memimpin dengan menanamkan budaya organisasi yang akan mewujud dalam karakter pekerja milenial yang profesional dan tangguh. Nah, sudah siap menciptakan budaya unggul generasi milenial?