DARI MEDIA

Menilai Kewarasan Diri dan Orang Lain

11-03-2019 11:34

Angka bunuh diri di Indonesia makin meningkat. Sejumlah media cetak dan daring merilis peristiwa bunuh diri yang dilakukan orang-orang yang diduga depresi. Ada yang menjerat lehernya dengan kabel, menggantung diri, hingga melompat dari gedung tinggi.

Peristiwa ini menjadi sebuah keprihatinan sendiri karena menurunnya nilai-nilai spiritualisme, sehingga banyak orang yang mengakhiri hidupnya dengan tragis oleh berbagai sebab kehidupan. Depresi akibat kekecewaan, patah hati, atau putus asa menghadapi goncangan hidup membuat orang begitu nekat mengambil jalan pintas dengan bunuh diri.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita menganggap orang depresi itu sebagai orang yang tidak waras, bahkan “gila”. Padahal, penghakiman tersebut tidaklah tepat karena cenderung melecehkan dan merendahkan orang yang mengalami depresi. Pernahkah kita bertanya, kenapa mereka depresi sehingga ketidakwarasan menghampiri jiwa mereka?

Mona Sugianto, dalam buku Yakin Waras? mengajak pembaca untuk berpikir jernih dalam memaknawi ketidakwarasan. Mona mengatakan, jangan terlalu gegabah menuding orang lain tidak waras, sebelum kita bertanya pada diri sendiri apa kita waras? Karena, bisa saja orang yang kita anggap “tidak waras” itu justru menganggap dirinya “waras”, dan menilai kita yang “tidak waras”.

Terima kasih kepada Tribun Jateng dan Saudara Untung Wahyudi atas pemuatan resensi berjudul Menilai Kewarasan Diri dan Orang Lain dari Buku Yakin Waras? Dimuat Minggu, 10 Maret 2019.