DARI MEDIA

Membangun Keluarga Harmonis dengan Kearifan Lokal

09-04-2019 08:35

Keluarga menempati peran paling strategis dalam membentuk karakter anak. Sebelum mengenal nilai kehidupan di sekolah, anak mendapatkannya dari pengasuhan orangtua dalam keluarga. Namun, untuk menghadirkan pengasuhan terbaik, keluarga mesti dibangun dari relasi yang baik pula dari orangtua. Di buku setebal hampir lima ratus halaman ini, Tina Afiatin dan kawan-kawan menghimpun berbagai ulasan mengenai pendidikan keluarga di era digital, dengan sumber-sumber nilai dari kearifan lokal.

Menurut Tina, tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia masa kini adalah kembali memahami hal mendasar seperti pencarian makna perkawinan dan pengasuhan. Tingginya angka perceraian menunjukkan lemahnya makna ikatan perkawinan, yang kemudian berdampak negatif pada anak. Penelitian Troxel dan Matthews (2004) mengungkap, dalam perkawinan yang tak harmonis, suami-istri cenderung menggunakan pola pengasuhan yang kurang sensitif dan bersikap lebih negatif terhadap anak.

Buku ini menggambarkan bahwa kearifan lokal merupakan sandaran penting bagi keluarga Indonesia agar tak kehilangan jati diri di tengah arus globalisasi. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi dan budaya masyarakat di berbagai daerah sebenarnya kaya akan prinsip-prinsip tentang membangun keluarga dan mendidik anak.

Terima kasih kepada Tribun Jateng dan Saudara Al-Mahfud atas pemuatan resensi Membangun Keluarga Harmonis dengan Kearifan Lokal dari buku Psikologi Perkawinan dan Keluarga. Dimuat, Minggu 31 Maret 2019.