DARI MEDIA

Inspirasi Senja, Modal Lansia Pendoa

09-07-2019 09:16

Inspiratif, Paul Subiyanto meriset ayahnya, Fs Marto Sugiyo, yang menapak usia 90. Senja inspiratif, lansia naratif. Tak mudah mendaku lansia jika diri bergejolak. Lansia butuh pendampingan sosial, rohani, dan rengkuhan famili.

WHO memerinci empat fase: lansia pertengahan (45-59), lansia (60-74), lansia tua (75-90), dan lansia sangat tua (di atas 90). Depkes RI membagi lansia awal (46-55), lansia akhir (56-65), dan manula (66 ke atas). Buku ini langka, menarasikan diri yang dikaruniai hidup lanjut, seyogianya penuh syukur, bahagia, dan bijaksana. Jika abai, bersaranglah penyakit degeneratif demensia-alzheimer. Gejala awal demensia menjalar jika tidak segera ditangani, pelupa, pikun, berbicara berulang-ulang, dan kekanak-kanakan. Tak disangkal, lansia mengalami kemerosotan intelektual.

Ada sepuluh tema reflektif. Diawali narasi bijak, menjadi tua itu pasti, bahagia itu pilihan. Resepnya masuklah ke sumber pikiran, lalu ubahlah perasaan negatif. Perasaan inilah biang nafsu tidak sehat. Tema kedua, lansia bahagia menjadi berkat sesama karena memiliki warisan sifat bijaksana dengan proses panjang.

Buddha Gautama mengatakan kebijaksanaan akan tumbuh pada seseorang yang mampu mengendalikan dan memadamkan keinginan. Derita manusia muncul oleh acakadut keinginan. Kebahagiaan akan muncul jika manusia cakap mengendalikannya. Lupakan kehebatan masa lalu, kini fokus hayati peran hari ini sepenuh hati.

Terima kasih kepada Majalah Hidup Mingguan Katolik dan Saudara Anton Suparyanta atas pemuatan resensi berjudul Inspirasi Senja, Modal Lansia Pendoa dari buku Senja nan Indah, Menjadi Lansia Bahagia dan Bijaksana. Dimuat edisi 26 tahun ke-73, Minggu, 30 Juni 2019.