DARI MEDIA

Pendekatan untuk Memimpin Tenaga Kerja Milenial

11-11-2019 14:51

Saat ini, jumlah tenaga kerja milenial sangat signifikan. Tahun depan, yakni 2020, bonus demografi sudah dimulai. Milenial yang berada pada usia 20-40 tahun menjadi kelompok usia produktif, sekaligus menjadi kelompok yang mendominasi di antara kelompok umur lainnya. Jelas, hal ini mesti dipahami oleh setiap perusahaan dan organisasi.

Milenial punya karakteristik berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, sehingga perlu pendekatan khusus dalam memimpin milenial agar mereka memiliki budaya unggul yang sesuai nilai-nilai perusahaan atau organisasi. Melalui buku ini, Heri Soesanto memberi panduan sebagai pemimpin dalam mengelola generasi milenial.

Menurut Corporate Human Resources Mayora Group ini, dalam memimpin milenial, pemimpin tak cukup hanya piawai dalam menaging task, namun juga mesti piawai dalam menaging people. Pemimpin dituntut kuat tapi tidak kasar, berani tapi tiak mem-bully, memiliki rasa humor tapi tidak bodoh, baik tapi tidak lemah, dan bangga tapi tidak sombong (hlm 1).

Terima kasih kepada Suara Merdeka dan Saudara Al-Mahfud atas pemuatan resensi Pendekatan untuk Memimpin Tenaga Kerja Milenial dari Buku Pemimpin, Menciptakan Budaya Unggul Generasi Milenial. Dimuat, Minggu, 15 September 2019.