CERITA KAMI

Melangkahkan Kata Merangkai Makna

31-01-2019 14:29

Rabu, 16 Januari 2019, di bawah rintik hujan yang tidak menentu derasnya, dua belas anak muda datang ke PT Kanisius. Sembari melangkahkan jejak demi jejak yang basah, mereka menuju ke ruang Mahoni. Jalanan cukup licin karena pertumbuhan lumut yang kian subur di atas jalanan yang lembab. Mereka masuk ke dalam ruangan untuk mengikuti pelatihan menulis yang difasilitasi oleh tim Redaksi Gerejawi.

Dalam perkenalannya, mereka merupakan komunitas yang bernama Jejak Langkah Misioner #5 (JLM#5). Komunitas ini berisikan dari beberapa Orang Muda Katolik yang berasal dari berbagai paroki di penjuru Keuskupan Agung Semarang. Mereka berasal dari paroki Muntilan, Warak, Kartasura, Solo Baru, Purbowardayan, Tegalrejo, dan Kendal. Diceritakan bahwa mereka baru saja kembali dari Kalimantan, tepatnya Stasi St. Paulus Terusan, Paroki St. Maria Assumpta Tanjung, Keuskupan Ketapang, Kalimantan Barat. Ternyata, mereka adalah utusan dari Keuskupan Agung Semarang untuk membantu perayaan Natal dan bermisi di pedalaman Borneo. Mereka membangun kesadaran bahwa misi bukan hanya tugas para imam dan kaum religius, namun semua umat, terutama orang muda, juga bertanggungjawab untuk bermisi. Oleh karena itu, mereka mau membagikan pengalaman mereka dengan membuat tulisan reflektif dan diharapkan menjadi inspirasi bagi orang lain.

Pada kesempatan kali ini, rekan-rekan JLM#5 mendapatkan pelatihan menulis dari Bapak Chrispinus Subagya dan Ibu Victima Paska. Mereka diberi kesempatan untuk belajar menuliskan kisah refleksi  dari pengalaman bermisi di Kalimantan. Materi yang diberikan berupa dasar-dasar menulis, mulai dari tujuan, pemilihan kata, pengenalan jenis tulisan, pembuatan judul sampai pada cara menuliskan refleksi yang mendalam. Pelatihan menulis dasar ini memang menjadi harapan dan sesuai denganpermintaan dari rekan-rekan JLM#5.

Dari pukul 09.00­–15.00 WIB, peserta berdinamika di Kanisius. Mereka mulai dengan memahami tentang pentingnya menulis cerita refleksi. Acara berlangsung dengan menyenangkan dan komunikatif. “Pelatihan menulis ini sangat berguna bagi kami untuk menyusun untaian langkah kami di Kalimantan menjadi tulisan refleksi yang sangat kaya, bermakna, dan mendalam”, pungkas Surya Wijanarka selaku koordinator JLM#5.

 

*Tano, Redaksi Gerejawi