CERITA KAMI

Menjaga Etika dan Etiket Komunikasi Sosial di Era Digital

11-02-2019 10:52

Komunikasi merupakan bagian penting dalam kehidupan. Dengan komunikasi, manusia berhubungan dengan orang lain. Di sini muncul apa yang disebut komunikasi sosial. Komunikasi sosial mengandung makna untuk membangun jaringan hubungan individu dan antar kelompok sosial dalam berbagai dimensi. Masalahnya, di era digital tatanan komunikasi sosial kerap dirusak penyebaran berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hate speech), provokasi, dan sebagainya. Komunikasi tak menghasilkan makna dan pengertian, namun justru memancing emosi, amarah, dan kebencian.

Buku ini memaparkan berbagai prinsip dasar tentang etika dan etiket komunikasi. Penulis melihat pentingnya menghadirkan tinjauan etis dalam bidang komunikasi karena semakin maraknya hasutan, provokasi, dan ujaran kebencian di media sosial dewasa ini. Melalui paparannya, penulis berharap pembaca kembali mengingat nilai-nilai dasar dalam berkomunikasi sehingga tidak mudah terjerumus dalam pengaruh hal-hal negatif tersebut.

Dasar pertimbangan etis dalam komunikasi sosial adalah kemanusiaan dan kebebasan. Dasar kemanusiaan artinya setiap gerak dan dunia komunikasi sosial harus mengingat kembali peran manusia sebagai subjek utama dalam kegiatan komunikatif, yang artinya memiliki tanggung jawab moral kemanusiaan. Dasar kebebasan artinya setiap individu memiliki hak dan kebebasan berbicara dan berpendapat. Namun, penulis menekankan bahwa kebebasan di sini harus dibarengi dengan sikap tanggung jawab (hlm 114-116).


Terima kasih kepada Koran Jakarta dan Saudara Al-Mahfud atas pemuatan resensi Menjaga Etika dan Etiket Komunikasi Sosial di Era Digital dari buku Etika & Etiket Komunikasi dimuat, Jumat, 1 Februari 2019.