CERITA KAMI

Melek Informasi bersama Buku dari Sahabat Literasi

22-02-2019 10:31

Di era modern seperti saat ini, informasi dapat diakses dengan mudah dalam menggunakan teknologi. Namun, disaat yang sama tidak semua anak mendapatkan fasilitas berbasis teknologi yang mumpuni. Lantas bagaimana cara anak-anak dengan akses terhadap teknologi yang terbatas, bisa memiliki keterbukaan terhadap informasi yang setara dengan anak-anak dengan akses teknologi tanpa batas? 

Solusinya adalah buku, karena buku merupakan sumber informasi yang dapat diandalkan dan dapat diakses tanpa perlu adanya jaringan-jaringan internet. Selain itu, informasi yang tercetak di dalam sebuah buku telah melalui berbagai proses sehingga informasi yang sifatnya provokatif, palsu, dan berisi informasi yang salah akan jarang ditemukan. Buku menjadi sebuah alat terbaik untuk memberikan literasi terhadap anak-anak yang belum bisa menyaring informasi dengan baik dan benar.

Berdasarkan hal-hal tersebut, AIESEC in UGM dalam project Global Playground 3.0 bekerjasama dengan Sahabat Literasi PT Kanisius. Kerjasama ini bertujuan untuk dapat membantu anak-anak di daerah dengan akses terbatas untuk bisa menjadi sama dengan anak-anak lain dengan akses yang lebih mudah. Kerjasama ini dilakukan untuk meningkatkan minat baca anak-anak serta memberikan mereka informasi mengenai buku dan bagaimana proses yang ada dibalik pembuatan buku itu sendiri. Selain itu, dalam acara ini kami bersama-sama mendorong dan menyemangati anak-anak agar berjuang untuk mencapai mimpi-mimpi yang mereka miliki, salah satu cara untuk berjuang adalah dengan menjadi pintar dengan membaca buku.

Pada awalnya kami dari Global Playground 3.0 bertemu dengan teman-teman dari Universitas Atmajaya yang memiliki sebuah komunitas belajar di Tepus, Gunung Kidul bernama Tepus Story. Teman-teman dari Tepus Story bercerita bahwa mereka ingin memiliki sebuah perpustakaan mini untuk anak-anak di tempat mereka mengajar. Anak-anak di sana memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi tetapi minim akses dan fasilitas. Mendengar hal ini, kami mencoba untuk menghubungi PT Kanisius untuk dapat menjalin kerjasama yang ternyata disambut dengan baik. Sahabat Literasi PT Kanisius kemudian membantu proyek Global Playground 3.0 dengan memberikan buku-buku yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh anak-anak sebagai sumber referensi dan informasi mereka.

Saat ini buku-buku yang diberikan oleh PT Kanisius melalui gerakan Sahabat Literasi di tempatkan di perpustakaan SD Banjarsari untuk sementara waktu. Hal ini dikarenakan teman-teman dari Tepus Story belum memiliki rak-rak buku untuk menempatkan buku-buku tersebut. Mereka berencana untuk membuat perpustakaan mini di balai desa agar buku-buku tersebut dapat diakses oleh semua kalangan, tidak hanya anak-anak SD saja. Kami dari proyek Global Playground 3.0 akan terus berkomunikasi dengan teman-teman Tepus Story mengenai kelanjutan perpustakaan mini tersebut.

Selain buku-buku yang diberikan untuk perpustakaan mini, PT Kanisius juga membagikan buku-buku lain pada kunjungan mereka ke Tepus Story pada tanggal 20 Januari 2019. Sahabat Literasi PT Kanisius membagikan buku cerita bergambar yang bisa anak-anak bawa pulang. Anak-anak sangat gembira menerima buku cerita yang menarik dengan cuma-cuma. Bahkan, PT Kanisius juga memberikan buku kepada Local Volunteer Global Playground 3.0 yang dapat membantu dalam mengajarkan materi-materi Bahasa Inggris kepada anak-anak dengan lebih menyenangkan.

Buku-buku dari PT Kanisius sangat beragam dan dapat memberikan berbagai macam informasi yang bermanfaat. Kegiatan pembagian buku serta informasi seperti yang dilakukan oleh Sahabat Literasi PT Kanisius dapat membuka akses informasi kepada lebih banyak orang. Di masa  depan, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Sahabat Literasi dan Global Playground 3.0 perlu lebih banyak dilakukan agar anak-anak dan siapapun bisa memiliki derajat yang setara dalam mengakses informasi.
 

*Auni AIESEC