CERITA KAMI

Hoaks dan Pentingnya Menyemai Literasi Sejak Dini

29-03-2019 09:02

Salah satu persoalan bangsa belakangan ini adalah merebaknya pertikaian dan saling hujat, terutama di dunia maya. Hal tersebut di antaranya bermula dari mudahnya orang percaya dan menyebarkan berita palsu (hoax). Di tengah situasi politik yang semakin memanas jelang Pemilu 2019, muncul pelbagai isu-isu provokatif yang sarat ujaran kebencian terutama di media sosial.

Masalahnya, tak sedikit orang gampang terpengaruh provokasi tersebut dan menyebarkannya, sehingga memantik pertikaian di media sosial. Bagi orang yang memiliki kemampuan bernalar dengan baik, ia akan bisa membentengi diri dari pengaruh berita palsu tersebut. Di sinilah kemudian terlihat pentingnya orang memiliki kecakapan dalam mengkonsumsi setiap informasi yang didapatkan. Kecakapan tersebut disebut dengan melek media atau literasi media.

Aspen Media Literacy Leadership Institute (1992) menyebutkan literasi media adalah kemampuan mengakses, meneliti, mengevaluasi, dan menciptakan media di dalam bermacam wujud, dalam beragam tahapan aktivitas literasi media. Kecakapan tersebut tak bisa didapatkan secara instan, melainkan butuh proses belajar dan pembiasaan.

Bekal penting untuk menjadi seseorang yang melek media adalah bacaan yang memadai. Semakin kaya sumber bacaan, semakin banyak informasi yang didapatkan, maka semakin luas pengetahuan seseorang. Pada gilirannya, luasnya pengetahuan tersebut akan membentuk cakrawala pemikiran yang bisa memandu seseorang dalam mencerna dan menilai setiap informasi yang ia dapatkan.

Terima kasih kepada Harian Padang Ekspres dan Saudara Al-Mahfud  atas pemuatan resensi berjudul Hoaks dan Pentingnya Menyemai Literasi Sejak Dini dari Buku Saatnya Bercerita. Dimuat Minggu, 17 Maret 2019