CERITA KAMI

Mewujudkan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT KANISIUS

16-04-2019 10:16

Dalam acara pencanangan bulan K3 nasional 2019 di Istora GBK Jakarta, Selasa 15 Januari 2019. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri  meminta seluruh perusahaan dalam kegiatan usahanya mampu menerpakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara baik dan bukan semata-mata memenuhi kewajiban dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar, tetapi mendorong perusahaan agar tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan yang memanusiakan manusia.

Senanda dengan sambutan yang disampaikan Menakertrans dalam bulan K3 nasional 2019, PT KANISIUS mewujudkan profesionalitas dan produktivitas karyawannya dengan menerapkan SMK3. Sebagai langkah awal untuk mengimplementasikan SMK3, PT KANISIUS membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). P2K3 dibentuk dari unsur karyawan yang dipilih secara khusus oleh perusahaan. Bersama P2K3, perusahaan membuat pernyataan komitmen dan tekad melaksanakan K3, yang selanjutnya dijabarkan dalam berbagai program.

Sejak terbentuknya kepengurusan P2K3 pada 2015 hinggsa saat ini, program-program yang sudah  dijalankan antara lain:

A. Pelatihan (pelatihan K3, 5R, APAR,dsb);

Pelatihan adalah salah satu upaya pembinaan bagi karyawan/i PT Kanisius agar memahami dan menyadari pentingnya memperhatikan K3 di perusahaan. Bahkan pelatihan K3 dan 5R menjadi salah satu materi utama yang disampaikan dalam pendampingan bagi karyawan/i baru. Sedangkan pelatihan APAR dilakukan rutin 1 tahun sekali bertepatan dengan jadwal pergantian APAR yang baru.

B. Pembuatan Materi Komunikasi, berupa rambu-rambu K3, poster K3);

Materi komunikasi K3 penting diadakan untuk membantu mengingatkan dan menunjukkan hal-hal terkait K3 bagi karyawan/i ataupun tamu yang berkunjung di dalam lingkungan perusahaan. Materi komunikasi ini berupa penunjuk pintu darurat, arah evakuasi, titik kumpul evakuasi, poster penggunaan APD, dsb.

C. Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD);

Perusahaan memiliki kewajiban untuk menyediakan APD bagi karyawan/i khususnya bagi mereka yang memiliki potensi besar terdampak Penyakit Akibat Kerja (PAK) atau Kecelakaan Kerja. Bersama dengan pengurus P2K3 mendata kebutuhan APD hingga pengadaan APD, serta melakukan pengecekan kelayakan APD yang digunakan.

D. Pemeriksaan alat-alat kerja;

Pemeriksaan alat-alat kerja rutin dilakukan sesuai jadwal pada bagian masing-masing untuk memastikan alat-alat kerja layak digunakan.

E. Pengolahan Limbah;

Pengolahan limbah cair yang dilakukan secara mandiri oleh perusahaan, sehingga limbah cair tidak mencemari lingkungan sekitar perusahaan.

F. Pelaporan terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup (UPL-UKL)

Melaporkan secara rutin tentang pengelolaan lingkungan hidup ke dinas terkait.

G. Penyediaan sanitasi, penyediaan makan dan makanan tambahan bagi karyawan dengan jenis pekerjaan yang riskan terdampak PAK.

H. Penyediaan ruang klinik, ruang laktasi, penyediaan kotak P3K

I. Program senam 1 bulan sekali

Program ini bekerjasama dengan pengurus Serikat Pekerja Kanisius, program pengolahan rohani yang bekerjasama dengan tim yang sudah ditunjuk oleh perusahaan.

J. Program pemeriksaan rutin
Program ini dilakukan secara berkala khususnya bagi karyawan yang riskan terdampak PAK; maupun pemeriksaan kesehatan yang bekerjasama dengan lembaga, seperti pemeriksaan gigi, pemeriksaan pap smear.

Itulah beberapa program K3 yang dijalankan di PT KANISIUS. Tentunya bukan hal mudah untuk mewujudkan budaya K3 diperusahaan, tetapi sinergi yang kuat antar lini di perusahaan mampu untuk mewujudkan budaya ini di kemudian hari. Untuk membantu upaya itu, program-program K3 ini dievaluasi dan terus dikembangkan agar dapat tepat sasaran dan terasa manfaatnya. Semua ini dilakukan PT KANISIUS sebagai komitmen sebuah industri yang memanusiakan manusia serta meng ambil bagian merealisasikan tema bulan K3 tahun 2019 ini, yaitu "Wujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 untuk Mendukung Stabilitas Ekonomi Nasional".

*David W