CERITA KAMI

Saatnya Bercerita, Mengenalkan Literasi Sejak Dini

05-04-2019 14:09

Kecakapan literasi anak dapat ditumbuhkan sejak dini. Banyak hal dapat dilakukan orang tua; salah satunya, mengenalkan mereka kepada kekayaan kata-kata melalui cerita. Buku ini memaparkan langkah-langkah sederhana untuk bercerita kepada anak sejak tahun pertama kehidupannya hingga saat mereka menapaki jenjang pendidikan formal pertamanya, yaitu PAUD atau TK. Stimulasi cerita tak hanya mengembangkan kecakapan berbahasa anak, tetapi juga kecerdasan nalar, sosial, dan emosi mereka. Buku ini perlu dimiliki oleh orang tua, guru, serta mereka yang berinteraksi dan peduli kepada anak usia dini.

Di era modern ini, variasi kata yang didengar anak perlahan menjadi lebih kaya oleh media teknologi visual dan digital. Seorang anak tak perlu menunggu hingga dewasa untuk memainkan jemari mungilnya memilih konten yang disukainya dalam dunia digital tanpa batas. Para digital natives ini tumbuh tak hanya mendengar suara orang tua dan anggota keluarga terdekat, namun juga tokoh superhero, putri, juga tokoh-tokoh virtual lain yang menguasai layar digital dalam genggaman mereka. Keragaman media ini membantu memperkaya ragam kosakata anak; namun satu hal tak tergantikan. Tatapan, interaksi hangat, serta perbincangan yang intim dan penuh cinta tak dapat ditawarkan oleh perangkat digital.

Buku ini diawali dengan mendefinisikan literasi dini. Dalam masyarakat, literasi dini selama ini sering dimaknai sebagai baca-tulis-hitung. Bab 1 meluruskan kesalahpahaman tersebut dan menjelaskan alasan dan cara kecakapan literasi dapat ditingkatkan bahkan sejak seorang bayi terlahir ke dunia. Bab 2 membahas strategi literasi yang dapat dilakukan dengan bayi. Bab 3 dan bab 4 menjelaskan kecakapan literasi untuk batita dan balita serta cara meningkatkannya. Bab 5 didedikasikan khusus untuk kegiatan bermusik mengingat peran pentingnya dalam kehidupan anak berusia dini. Bab 6 memberikan contoh-contoh kegiatan bercerita di rumah dan di sekolah yang menggabungkan kegiatan bercerita, bermain, bergerak, menyanyi, dan bermain musik. Keseimbangan kegiatan motorik sangat penting bagi tumbuh-kembang anak usia dini. Bab 8 menutup buku ini dengan refleksi bagi orang tua dan guru agar menjadi figur teladan yang literat bagi anak usia dini.

Buku ini berharap menjadi pemantik inspirasi yang kemudian dapat dikembangkan oleh orang tua dan guru dengan lebih banyak kegiatan bercerita. Cerita tersedia melimpah di sekitar kita. Kita hanya perlu mengemasnya dengan cinta.

 

*Penulis
Sofie Dewayani dan Roosie Setiawan