CERITA KAMI

Menjadi Lektor yang Prima

05-04-2019 14:07

Surakarta, 20 Januari 2019. Bertempat di aula SMA St. Yosef Surakarta, sebanyak 150 lebih perwakilan lektor dari seluruh paroki di Kevikepan Surakarta berkumpul untuk mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh Komisi Liturgi Kevikepan Surakarta bekerja sama dengan PT Kanisius.

Acara workshop ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Rama Markus Widiyoko (Ketua Komisi Liturgi Kevikepan Surakarta) yang memberikan pengantar mengenai lektor dan tugas lektor di paroki.

Sesi kedua, diisi oleh Ibu Maria Kadarsih, seorang mantan penyiar radio, seorang dosen, juga seorang pakar dalam bidang public speaking. Dalam pemaparannya, Bu Maria Kadarsih mengingatkan kembali hakikat seorang lektor, yaitu orang yang dipercaya mengomunikasikan dan menuturkan isi bacaan Kitab Suci, dalam suatu Ibadat, dan dilaksanakan dengan kesadaran tinggi, penuh semangat, cermat, rapi, indah dan menarik, sehingga isi kandungan Kitab Suci dapat didengar, dimengerti, dipahami dan bernilai bagi seluruh umat yang hadir. Rasa-rasanya semuanya ini harus menjadi satu pemahaman utuh yang dipegang para lektor/lektris ketika seseorang dengan kesadaran menjadi penutur isi bacaan Kitab Suci dalam ibadat resmi Gereja Katolik.

Sebagai sosok yang sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung dalam dunia public speaking Ibu Maria Kadarsih menuturkan tugas seorang lektor. Paling tidak ada 4 (empat) tugas, antara lain: sebagai komunikator dan penutur; menyampaikan isi KITAB SUCI; mempengaruhi publik/orang banyak; mencapai tujuan. Ketika keempat tugas ini sudah dipahami dengan benar oleh seorang lektor, tentu dalam menjalankannya seorang lektor akan mampu memberikan penampilan yang prima.

Selain itu, ada kondisi yang “sebaiknya” menjadi syarat umum seseorang yang ingin menjadi lektor. Kurang lebih ada 10 (sepuluh) hal, yaitu: (1) Memiliki semangat menggereja dan melayani; (2) Memiliki suara yang baik (tidak cedhal, sengau, atau gagap); (3) Memiliki pengetahuan Kitab Suci dan mencintai Kitab Suci; (4) Menguasai Bahasa Indonesia, Jawa, dan bahasa yang digunakan; (5) Memiliki pengetahuan keliturgian; (6) Komunikatif; (7) Memiliki penampilan prima; (8) Disiplin, bertanggungjawab dan mampu bekerja dalam sebuah tim; (9) Memiliki keterampilan seni peran; (10) Rajin berdoa.

Ibu Maria Kadarsih juga memberikan tips khusus sebelum melaksanakan tugas sebagai seorang Lektor. “Sebelum bertugas, hendaknya kita mengenali terlebih dahulu karakter bacaan yang akan kita bawakan. Kita juga harus paham isi dan maksud bacaan Kitab Suci, maka kita perlu membacanya berkali-kali, bahkan kalau perlu memberikan tanda khusus. Jangan malu-malu untuk berlatih di depan cermin, supaya bisa mengevaluasi sendiri tampilan kita. Khusus untuk bacaan bahasa Jawa, harus lebih berhati-hati dalam pengucapan, supaya sesuai dengan arti dari kata/kalimat yang dimaksud. Sedangkan persiapan standard yang harus dimiliki seorang lektor adalah, datanglah sekurang-kurangnya 15 (lima belas) menit lebih awal sebelum ibadat dimulai. Ciptakan suasana sukacita dalam pelayanan, jangan kemrungsung. Dan yang terpenting, jangan lupa berdoa, mohon kekuatan Roh Kudus, supaya bisa menjalankan tugas dengan baik.”

Acara ditutup dengan sesi foto bersama. Mau menjadi lektor yang prima? Ikuti workshop seputar lektor dan berani berlatih sendiri! Siap menerima kritik dan saran!

*Widiantoro-Gerejawi