CERITA KAMI

Membaca Buku, Mengunduh Ilmu

18-05-2019 09:09

Buku adalah jendela dunia. Sudah jamak kita temukan banyak kalimat bijak tentang buku. Ini menarik.Buku menjadi sebuah rujukan bagi setiap generasi dengan segala manfaatnya. Lebih-lebih, buku menjadi sebuah penanda adanya kerjasama baik dari orang ke orang atau negara ke negara. Sebagai negara yang menjadi market focus pada perhelatan akbar London Book Fair 2019 hal ini menjadi kebanggaan bersama.

Sayangnya, dalam sebuah studi yang dilakukan Central Connecticut State University pada tahun 2016 mengenai “Most Literate Nations in The World", Indonesia menempati urutan ke-60 dari total 61 negara,hal ini menunjukan bahwa minat baca masyarakat Indonesia sebesar 0,01 persen atau satu berbanding sepuluh ribu. Kondisi ini justru berbanding terbalik dengan segi penilaian infrastruktur untuk mendukung membaca yang justru berada di atas negara-negara Eropa.

Keprihatinan ini sudah mendapat perhatian.  Berbagai permasalahan ini bahkan sudah dicari solusinya.  Pun hal ini diikuti dengan langkah serius pemerintah. Pemerintah sudah seharusnya melakukan berbagai upaya. Salah satu yang disadari bersama dengan kemunculan gerakan bersama. Adanya Gerakan Literasi Nasional bukan hanya untuk memberikan ajakan membaca buku. Ini adalah ajakan untuk membudayakan literasi di Indonesia. Harapan besar ini agar dapat menyapa berbagai lintas generasi. Kesadaran pun akan muncul dan diikuti oleh segala lapisan masyarakat. Dengan demikian, buku sekali lagi akan menempatkan diri sebagai jendela ilmu bagi semua. Tantangannya adalah bermacam pilihan untuk membaca kini hadir di tengah masyarakat. Apakah dengan adanya pilihan ini minat baca buku akan bertambah? Ataukah justru sebaliknya?

Melihat kenyataan rendahnya minat baca buku tentu akan memengaruhi kualitas bangsa Indonesia. Kondisi ini akan turut berpengaruh pada perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Jumlah buku yang dihasilkan oleh para penulis akan terkena dampaknya. Oleh karena itu, kita harus melakukan segala upaya untuk mencari solusi bersama. Budaya membaca buku perlu dihidupi dalam setiap generasi harus disadari bersama.

Membaca adalah sebuah cara untuk mengungkap fakta. Setiap generasi mempunyai cara dalam mencari sumber fakta tersebut. Generasi-generasi yang terdapat di masyarakat hari ini mempunyai cara juga dalam melihat kemajuan teknologi. Ini akan memberikan pilihan juga kepada setiap generasi untuk melihat sejauh mana kebutuhannya.

Sama halnya dengan pilihan membaca sebagai kesenangan atau kewajiban.

Sudah banyak yang meyakini bahwa membaca buku dipercaya mendatangkan berbagai manfaat. Dengan membaca buku, kemampuan otak kita tentu saja akan meningkat. Ini akan memberikan dampak signifikan bagi penurunan resiko terhadap penyakit Alzheimer. Selain itu, pilihan untuk membaca buku dengan tema-tema tertentu akan membantu kita memahami sesuatu secara menyeluruh, sehingga ini akan berpengaruh kepada cara berpikir kita tentang banyak hal.

Dengan melihat realita bersama, pelbagai tantangan ini hadir di sekitar kita. Sejatinya membaca membantu kita menemukan manfaat seperti yang disebutkan sebelumnya, membaca menjadi sebuah pilihan bagi setiap generasi. Sudah seharusnya kita dapat bijak untuk menggunakan banyak media dalam cara membaca buku, baik itu teknologi digital maupun bentuk lainnya. 

 

*Riyan Wahyudi