CERITA KAMI

NGIDUNGAKEN MAZMUR TANGGAPAN Workshop Pemazmur Bahasa Jawa Sekevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta

05-07-2019 09:28

Minggu, 31 Maret 2019, suasana Ruang Kepodang Taman Komunikasi PT Kanisius tampak berbeda. Ratusan orang berkumpul di ruang Kepodang dan bersama-sama melantunkan kidung Mazmur berbahasa Jawa. Serius ini berbahasa Jawa? Ya! Benar! Hari ini, sebagai penutup bulan Maret, Penerbit PT Kanisius bekerja sama dengan Komisi Liturgi Kevikepan D.I. Yogyakarta menyelenggarakan acara “Workshop Pemazmur Bahasa Jawa”. Kegiatan ini merupakan salah satu program bersama untuk semakin menumbuhkan semangat melayani di Gereja dalam liturgi dengan baik dan benar.

Acara workshop Pemazmur Bahasa Jawa ini terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama diisi oleh seorang imam muda yang sangat faham dalam perihal musik, beliau adalah Rm. Paskalis Bayu Edvra, Pr. Saat ini Rama Edvra (red. - begitu beliau sering disapa) menjadi salah satu guru musik dan pamong di Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang. Dalam sesinya Rama Edvra banyak memaparkan perihal spiritualitas seorang Pemazmur. Bagaimana pun juga, seorang Pemazmur adalah bagian dari petugas Liturgi yang juga mengambil peran penting. Sabda Tuhan (Bacaan I dan Bacaan II) yang dibacakan oleh Lektor -yang mengambil peran sebagai penyampai Sabda Allah- kemudian ditanggapi oleh manusia melalui lantunan Mazmur yang dipimpin oleh seorang Pemazmur. Di sinilah peran penting seorang Pemazmur sebagai penanggap Sabda Allah. Rama Edvra banyak memberikan contoh-contoh bagaimana harus membawa diri sebagai seorang Pemazmur yang baik (baik dari persiapan sebelum bertugas, saat bertugas, dan setelah bertugas). Apalagi ketika Mazmur yang dibawakan adalah Mazmur berbahasa Jawa, tentu tingkat kesulitan yang dihadapi seorang Pemazmur akan semakin bertambah.

Sesi kedua, diisi oleh seorang ahli musik yang sudah berlalu lalang dalam dunia musik, Bapak Y. Agus Tridiatno. Bapak Agus banyak memberikan tips menyanyikan Mazmur bahasa Jawa. Dalam sesi kedua ini, para peserta diajak untuk mempraktikkan bersama cara-cara menyanyikan Mazmur berbahasa Jawa. Beliau juga banyak memberikan tips mencari Mazmur yang tepat dari buku Mazmur Tanggapan lan Aleluia berbahasa Jawa, yang memang sudah disusun secara khusus oleh Komisi Liturgi KAS, dan diterbitkan oleh Penerbit PT Kanisius.

Acara Workshop Pemazmur Bahasa Jawa ini ditutup dengan pemberian kenang-kenangan untuk para narasumber oleh Bapak Rinto, sebagai perwakilan dari Komisi Liturgi Kevikepan D.I. Yogyakarta.

Antusiasme para peserta tampak tinggi, terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan juga banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari para peserta. Kegiatan workshop semacam ini rupanya menjadi salah satu kerinduan umat, terutama mereka yang berdomisili di daerah-daerah pinggiran.

Workshop Pemazmur bahasa Jawa sudah terlaksana…lalu…bagaimana dengan Workshop Lektor bahasa Jawa??? Adakah yang sudah menunggu ini diadakan kembali??? Tunggu tanggal mainnya ya…

 

*(Widiantoro)
Credit foto: Monica Warih Widi Krisanti