CERITA KAMI

Akulturasi dalam Musik Indonesia

13-07-2019 10:28

Tidak ada suatu bangsa yang keseniannya murni terlepas sama sekali dari pengaruh kesenian bangsa lain. Pasti terjadi silang pengaruh budaya. Adanya akulturasi tidak berarti bahwa kesenian bangsa-bangsa itu akan menjadi sama.

Menurut buku ini kebudayaan Indonesia zaman purbakala berkisar dipengaruhi Tiongkok ketika Hindu dan Buddha tersebar terutama di Jawa dan Sumatera. Setelah itu datanglah pengaruh budaya India dan disusul Budaya agama Islam Arab yang tersebar ke seluruh pelosok. Pengaruh budaya Tiongkok, India, dan  Arab akhirnya memengaruhi musik Indonesia seperti yang kita miliki sekarang ini.

Lagu-lagu yang berasal dari daerah pesisir timur Sumatera dan pesisir utara Jawa menghasilkan bunyi melodi yang khas Tiongkok, terutama pada lagu Jali-Jali dan Lenggang Kangkung. Melodi kedua lagu ini berakar pada musik Tiongkok. Pada lagu-lagu Melayu  terdengar suara bunyi gendang yang khas berasal dari India (hlm 9).

Buku ini menjelaskan bahwa akar keberadaan musik yang dikenal sebagai seni pertunjukan saat sekarang pada awalnya merupakan sarana komunikasi antara manusia dan pencipta yang bersifat magis. Musik adalah media memuja kebesaran Tuhan. Demikian pula orkes melayu yang lebih dikenal dengan  musik dangdut.

Terima kasih kepada Saudara Arief  Yusran dan Harian Radar Madura atas pemuatan resensi berjudul Akulturasi dalam Musik Indonesia dari Buku Budaya Musik Indonesia. Dimuat Sabtu,  29 Juni 2019.