CERITA KAMI

Bijak karena Bapak

29-07-2019 12:28

Kisah tentang bapak barangkali tak lebih populer diangkat dalam buku ketimbang ibu. Namun, pada dasarnya bapak memiliki peran sangat berpengaruh, terutama sebagai kepala keluarga dalam memimpin istri dan anaknya. Anak-anak atau generasi muda kita tumbuh dalam keluarga-keluarga yang dipimpin seorang bapak. Tapi, tak semua bapak bisa membangun komunikasi dan kedekatan dengan anak-anaknya. Seperti dikisahkan dalam buku terbaru berjudul Bapakku (Kanisius: 2019) ini. Penulis mengisahkan sosok bapak yang begitu pendiam dan lebih memilih hanyut dalam dunianya sendiri ketimbang memberi perhatian pada anaknya.

Dikisahkan, sepulang kerja dan istirahat sejenak, rutinitas bapak adalah membaca koran di sore hari dan menonton siaran berita televisi di malam hari. Minimnya dialog dan perhatian bapak membuat anak-anak kesepian dan sungkan berinteraksi dengan bapak. Hal ini bahkan berlangsung hingga sang bapak berusia 83 tahun dan sempat membuat penulis kecewa dan tenggelam dalam kesepian dan kesedihan.

Namun, ketika penulis melihat nasib teman-teman lain, mulai tumbuh rasa syukur. Ada seorang teman yang tak tahu bapaknya hingga usia 47 tahun. Ada pula teman yang di usia 24 tahun baru tahu jika yang mengasuhnya bukan bapak dan ibu kandungnya. Bahkan, ada teman yang bapaknya selingkuh. Semua itu membuat penulis mensyukuri kondisi keluarganya. Bagaimanapun keluarganya utuh dan bapaknya bertanggungjawab.

Terima kasih kepada Harian Kedaulatan Rakyat dan Saudara Al-Mahfud atas pemuatan resensi Bijak karena Bapak dari buku Bapakku. Dimuat Minggu, 21 Juli 2019.