CERITA KAMI

Copywriter, Masih Adakah?

01-07-2020 09:30

Kemajuan teknologi saat ini tentu menjadi salah satu faktor pendukung yang memudahkan kita dalam memenuhi berbagai kebutuhan. Hal ini juga berimbas pada kemudahan kita dalam melakukan berbagai pekerjaan. Banyak profesi yang saat ini benar-benar diuntungkan, bahkan mengandalkan kecanggihan teknologi dalam menyelesaikan tiap proyek yang harus ditangani. Bahkan bisa dikatakan bahwa berbagai peralatan atau peranti tersebut memanjakan penggunanya.

Dunia periklanan sepertinya sangat terimbas dengan makin pesatnya kemajuan teknologi tersebut. Salah satu profesi yang terimbas adalah copywriter. Profesi ini seharusnya menggunakan teknologi sebagai sarana pendukungnya, dan mengandalkan kreativitas dari para pelakunya. Namun saat ini, profesi ini sepertinya mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Saat ini, banyak sekali copywriter yang lebih mengandalkan teknologi dalam pembuatan iklan daripada kreativitas. Padahal yang seharusnya terjadi adalah sebaliknya. Banyak sekali copywriter yang hanya menjiplak dan memodifikasi iklan yang sudah ada atau hanya mengandalkan ketenaran artis pemeran dalam iklan tersebut. Bahkan banyak di antara mereka yang tidak suka menulis karena menganggap bahwa menulis itu susah, dan penulis itu kerjanya adalah menulis buku.

Budiman Hakim, seorang copywriter dan penulis yang sudah banyak makan asam garam dalam dunia periklanan, memandang hal itu sungguh sebagai suatu hal yang memprihatinkan. Baginya, bagaimana mungkin seseorang ingin berprofesi sebagai copywriter, tetapi tidak suka menulis?

Inilah yang melatarbelakangi Om Bud, sapaan akrab Budiman Hakim, menulis buku Copywriter is Dead. Dia ingin memberi pesan kepada semua orang yang ingin menjadi copywriter harus menyukai dan terus berlatih menulis. Sampai kapan pun, tidak mungkin seseorang yang tidak suka menulis akan menjadi copywriter andal.



*Uji Prastya
Editor