CERITA KAMI

Panduan Praktis Menulis Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

23-09-2020 09:29

Menjadi seorang guru tentu menginginkan pensiun dengan jabatan guru utama atau golongan IV/d dan IV/e. Masalahnya, bisakah guru naik pangkat sampai golongan di atas? Sebenarnya, apakah menjadi guru yang profesional dan berkualitas hingga memiliki golongan tinggi adalah sesuatu yang sangat sulit diraih? Salah satu jawabannya adalah guru harus menjadi guru utama yang mampu menulis. Guru bisa menulis apa saja, mulai dari laporan hasil penelitian, laporan pembuatan media, artikel, karya sastra, bahkan buku yang kemudian diterbitkan.

Guru profesional harus melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Materi PKB bagi guru secara umum adalah guru mampu melaksanakan tugas dan sekaligus mengembangkan karya profesi berkelanjutan sesuai tuntutan Peraturan menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Ya, profesi guru harus dihargai dan dikembangkan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Guru merupakan tenaga profesional yang mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan penting dalam mencapai visi pendidikan 2025, yaitu menciptakan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

Buku ini ditulis oleh untuk memberikan informasi tentang pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru, khususnya memahami prinsip pengembangan dan macam kegiatan/karya keprofesian berkelanjutan, serta mampu mengembangkan kegiatan keprofesian berkelanjutan. Kegiatan PKB yang perlu dilakukan meliputi pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Agar hasil PKB dapat diangkakreditkan, maka pengembangan kegiatan harus sesuai dengan aturan, format, dan kaidah yang ditetapkan. Buku ini disertai dengan contoh-contoh PKB dengan harapan membantu langkah para guru dalam menyusun PKB.

Buku ini ditulis oleh Bapak Dr. Imron Rosidi, M.Pd. dan Bapak Zainul Arief, S.Pd., M.H. Pada peringatan Hari Guru Nasional 2011 dan HUT ke-66 PGRI, Pak Imron Rosidi menerima tanda Kehormatan Satyalencana Pendidikan oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, presiden Indonesia saat itu, sebagai Pembina Tingkat Satu. Melalui buku ini, Pak Imron hendak membagikan ilmu dan pengalamannya. Harapannya, buku ini menjadi pedoman para guru dalam menyusun PKB sehingga dapat makin meningkatkan kualitas diri sekaligus kualitas guru Indonesia secara umum.

*Cicilia Heni