CERITA KAMI

Bincang-bincang Bersama Rama Krispurwana Cahyadi, SJ

26-10-2020 13:08

Youtube PT KANISIUS memiliki acara bertema bincang-bincang. Bincang-bincang kali ini bersama Rama T. Krispurwana Cahyadi, SJ penulis buku Keluarga Kudus: Belajar Beriman dari Yesus-Maria-Yosef. Rama Krispurwana juga merupakan penulis buku Ignasius, Warisan Rohani & Cara Bertindak. Untuk informasi lebih komplit, mari kita ulas satu persatu acara bincang-bincang bareng penulis ini.

Teladan Keluarga Kudus di Masa Pandemi

Minggu pertama setelah Natal, atau minggu sebelum penampakan Tuhan, sejak 1921 oleh Paus Benediktus XV, Gereja memperingati Hari Raya Keluarga Kudus. Pesta tersebut diadakan secara liturgis di hari minggu dalam oktaf Natal. Paus Paulus VI dalam anjuran apostolik, Marialis Cultus (1974) menyebutkan bahwa pesta Keluarga Kudus merupakan saat bagi Gereja untuk secara khusus menyelami hidup suci yang dihayati Yesus, Maria, dan Yosef di rumah Nazaret. Paus Fransiskus dalam anjuran apostoliknya tentang keluarga Amoris Laetitia (2016) menunjukkan tentang perlunya kita semua memandang, mengacu, dan meneladan hidup Keluarga Kudus, tidak hanya tentang kehidupan berkeluarga mereka, namun juga tentang bagaimana mereka bertahan dalam pergumulan hidup yang tidak mudah, bahkan harus mengungsi, serta mengalami suka-duka kehidupan wajar semua umat manusia. Keluarga Kudus adalah teladan hidup, teladan iman.

Sering digambarkan Yesus sebagai tukang kayu (lih. Mrk. 6:3), tentu karena Dia adalah anak tukang kayu (lih. Mat. 13:55), anak Yosef (lih. Yoh. 6:42). Dari sini kita bisa memiliki gambaran bahwa Yesus sempat berprofesi sebagai tukang kayu, meneruskan pekerjaan atau bisnis ayahnya. Kita lalu bisa mengatakan bahwa Yosef mendidik Yesus dengan apa yang ada padanya, dengan hidup serta pekerjaan yang ada padanya. Hidup Yesus adalah hidup yang berakar pada realitas kehidupan nyata keluarga yang mengasuh serta mendidiknya. Menjadi manusia tidak berarti melepaskan diri, atau tidak mengalami, realitas hidup nyata manusia, baik dalam kehidupan berkeluarga maupun pekerjaannya. Fokus pembahasan Mokis (red. Rama Krispurwana) akan melihat kehidupan anak muda dan keluarga zaman sekarang di tahun 2020, terlebih di masa pandemi dan kaitannya dengan teladan Keluarga Kudus Nazaret. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa menyaksikan tayangannya melalui kanal Youtube pada tautan berikut: https://youtu.be/4XJLyPZiuGk

 

Warisan Rohani Ignasius di Masa Pandemi

Pandemi telah mengubah banyak hal dalam kehidupan, membuat situasi terkadang menjadi gelap dan begitu gelap. Namun, kita bisa menemukan sisi terang itu dan menjadikannya tantangan tersendiri bagi setiap orang untuk berefleksi.

Buku Ignasius, Warisan Rohani & Cara Bertindak ini ditulis berangkat dari perjumpaan Rama Krispurwana dengan sekian banyak pemuja ataupun pengikut semangat Ignasius Loyola, baik itu imam, religius, maupun awam. Memang buku ini sebenarnya sudah mulai dirintis penulisannya sejak tahun 2005, di tengah perjalanan studi di Innsbruck, Austria. Rama Krispurwana sebagai seseorang yang menapaki jalan sebagai peminat spiritualitas Ignasian, tentu banyak membuat catatan akan pengalamannya, kemudian dikumpulkan, dan secara khusus disajikan dalam suatu tulisan.

Memang buku Ignasius, Warisan Rohani & Cara Bertindak ini bukan buku biografi tentang Ignasius Loyola, namun lebih suatu sajian gagasan dan kajian akan warisan kerohanian yang ditinggalkan oleh Ignasius Loyola. Maka tulisan-tulisan dalam buku ini bisa dibaca secara terpisah, karena masing-masing mencoba menyajikan gambaran dan kajian dari berbagai aspek atau tema yang berbeda dan terpisah. Memang tulisan-tulisan ini sebenarnya dibuat secara terpisah-pisah, bahkan dipakai semula untuk beberapa kepentingan tertentu. Semoga semua itu tidak menghilangkan gambaran keseluruhan dari pemikiran maupun warisan kerohanian Ignasius Loyola. Mari simak bincang-bincang kedua bersama Mokis ini di Channel Youtube PT Kanisius dengan klik tautan ini https://youtu.be/AdBK3roF6Dw. Jangan lupa disubscribe ya.