CERITA KAMI

Menggali Inspirasi dari Cerita Panji

14-01-2021 16:01

Novel besutan Junaedi Setiyono yang baru saja diterbitkan Penerbit PT Kanisius langsung disambut dengan gegap kegembiraan oleh Dewan Kesenian Purworejo (DKP). Hanya berselang beberapa minggu setelah novel ini terbit, DKP menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Cerita Panji sebagai Sumber Inspirasi yang Tak Pernah Mati” yang digelar pada Selasa (15/12/2020). Webinar ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan dan daerah di Indonesia. Ketua DKP, Angko Setiyarso Widodo menyebut, “Webinar ini dapat terselenggara atas dukungan dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pariwisata dan Budaya serta Dinas Dinkominfo Kabupaten Purworejo, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP). Acara ini sekaligus sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada penulis dan pegiat seni asal Purworejo yakni Junaedi Setiyono yang cukup produktif mengkreasi karya-karya monumental serta mengangkat nama Purworejo di kancah nasional hingga internasional”.

Sejumlah pembicara kelas nasional hadir secara virtual antara lain, Prof. Dr. Ir. Wardiman Djojonegoro (Mendikbud RI 1993-1998 dan Promotor Mow Unesco untuk Babad Diponegoro, Arsip-arsip Konferensi Asia-Afrika dan Cerita Panji); Dr. Ganjar Harimansyah, M.Hum. (Kepala Balai Bahasa Jateng); Kustri Sumiyardana, S.S., M.Hum. (Peneliti Muda Balai Bahasa Jateng); Dr. Sudibyo, M.Hum. (Dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM); Dr. Umi Faizah, M.Pd. (Ketua Prodi PBSI UMP); dan tentu saja sang penulis novel Dr. Junaedi Setiyono, M.Pd., yang juga adalah salah seorang dosen di Universitas Muhammadiyah Purworejo.

Novel terbitan PT Kanisius ini diharapkan makin memotivasi generasi muda untuk mendalami sejarah melalui aktivitas literasi. Junaedi Setiyono telah banyak membantu memperluas wawasan tentang sejarah cerita Panji yang telah populer di Indonesia, namun selama ini kurang tergarap dengan baik. Melalui novel barunya ini Junaedi berhasil menjaga popularitas cerita Panji Indonesia di tengah krisis budaya literasi saat ini. Dalam paparan Prof. Wardiman, mengungkapkan apresiasinya kepada penulis, “Untuk menjadikan Panji diterima sebagai kebanggaan kita, kita harus bangga dengan produk Pak Junaedi ini karena memperluas sejarah tentang cerita Panji”.

Kisah-kisah Panji sesungguhnya adalah nama kumpulan dari Sastra dan Budaya, yang bermula sebagai cerita rakyat pada tahun 1300-an, pada masa bangkitnya Majapahit. Kisah-kisah Panji menjadi sangat populer dan menjadi inti dari berbagai pagelaran budaya zaman itu, seperti tarian, berbagai wayang (wayang beber, wayang geletuk, tari topeng, wayang orang), dan juga diabadikan dalam berbagai relief di sedikitnya 20 candi di Jawa Timur. Masyarakat Indonesia patut berbangga kepada nenek moyang yang berhasil mengembangkan Sastra dan Budaya Panji. Dr. Ganjar Harimansyah menegaskan bahwa cerita Panji merupakan sumber inspirasi yang tak pernah mati. Menurut beliau, sudah terbukti bahwa cerita Panji tidak sekadar sastra lisan dari tanah Jawa, melainkan juga menginspirasi dalam sajian beragam kesenian rakyat di Indonesia hingga ke mancangeara, seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, Myanmar, dan Filipina.

Junaedi Setiyono menyatakan bahwa penulisan novel Tembang dan Perang merupakan sebuah upaya merawat ingatan dan berharap novel Tembang dan Perang dapat dibaca oleh khalayak yang menyenangi baca-tulis dan menyukai cerita. Terlebih mereka yang sebagian besar bukanlah sastrawan, akademisi sastra, atau orang yang pekerjaannya erat kaitannya dengan keduanya dapat menikmati sajian kisah panji dalam kemasan novel ini.

 

 

 

*Paulus Widiantoro