CERITA KAMI

CITA DAN KARYA WARNAI INDONESIA Komitmen Menuju Usia Seabad

26-02-2021 09:51

Baru saja kita lewati tahun 2020 dengan amat sangat spesial. Sedemikian spesialnya tahun 2020, hingga kita tak akan pernah melupakannya. Tahun 2020 adalah suatu masa yang membuat kita secara mendadak mesti memeluk pandemi Covid-19, beradaptasi dengannya, dan mempraktikkan kebiasaan-kebiasaan baru tanpa perencanaan sebelumnya. Bagi PT Kanisius, tahun 2020 sebenarnya juga merupakan momen penutup road map lima tahun 2016–2020 dan peralihan menuju road map lima tahun berikutnya, yaitu 2021–2025. Momen ini menjadi penanda usia sewindu PT Kanisius yang tepatnya akan jatuh pada 26 Januari 2022, sekaligus berarti seabad perjalanan karya Kanisius dalam dunia Percetakan dan Penerbitan.

Pandemi datang tepat di penghujung perjalanan road map 2016–2020, menantang seluruh insan Kanisius untuk melepaskan segala perencanaan yang telah disusun sebelumnya dan menatap “dunia baru” yang tiba-tiba muncul di hadapan kita. Pergumulan sepanjang tahun 2016–2020 serta merta menjadi “dunia lama” yang tak lagi relevan sebagai acuan untuk menapaki lima tahun berikutnya di“dunia baru”.

Secara kasat mata, “dunia baru” ditandai dengan kebiasaan-kebiasaan cuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumuman, dan membatasi mobilitas serta ineraksi. Lebih luas lagi, “dunia baru” ini membawa serta ciri komunikasi digital tanpa mensyaratkan perjumpaan fisik. Secara tidak kasat mata, saat ini kita bisa merasakan adanya kelesuan ekonomi, kelambanan pertumbuhan bisnis, dan lembamnya kehidupan sosial. Belum tahu pasti, apa dampak ikutan berikutnya atas situasi ini. Semua masih abu-abu dan hanya bisa kita raba-raba tanpa keniscayaan. Demikianlah, pengalaman “dunia lama” terlalu gagap dan tak bisa diandalkan untuk menghadapi tantangan di “dunia baru”.

Kelahiran Baru di Dunia Baru

Dalam kesadaran akan kondisi “dunia baru” yang masih abu-abu inilah, PT Kanisius hendak memantapkan langkah ke depan dengan pertama-tama meredefinisikan keberadaannya. Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan mesti dikaji ulang agar tetap relevan dengan tantangan zaman. Momen seabad perjalanan karya Kanisius, menjadi semakin pas untuk dimaknai sebagai momen kelahiran baru PT Kanisius di dunia yang baru. Ini adalah“baru”dalam arti sesungguhnya, karena tak ada pedoman yang bisa menunjukkan arah dengan pasti.

Setelah mendalami semangat Sinergi Bakti untuk Negeri selama 2016–2020, sudah semestinya, insan Kanisius semakin kokoh dalam hal ke-jujur-an, ke-disiplin-an, ke-sigap-an, kompetensi, melalui proses pembelajaran yang terus-menerus mengikuti gerak zaman. Kelima nilai yang telah dihidupi sepanjang kurun waktu 5 tahun ini, memberikan dasar yang kuat pada pilihan tindakan memasuki kurun waktu 5 tahun berikutnya, termasuk dalam meredefinisikan keberadaan PT Kanisius sebagai bagian dari Gereja dan Bangsa Indonesia, serta warga dunia dalam situasi aktualnya.

Seluruh cita, idealisme, impian, yang digumuli tidak hanya dengan gerak kaki dan tangan namun juga kekuatan batin, serta perwujudannya dalam karya nyata, mesti pertama-tama dan terutama menjadi persembahan yang mewarnai kehidupan Bangsa Indonesia. Itulah sebabnya, mengikuti gagasan generasi muda PT Kanisius, tema seabad Kanisius dirumuskan dalam kalimat Cita dan Karya Warnai Indonesia. Tema inilah yang menjadi roh penggerak untuk turut memberikan warna bagi peradaban baru Bangsa Indonesia dengan pandemi dan segala dampak ikutannya.

Ruang Segar bagi Kaum Muda

Dunia pandemik mempercepat hadirnya budaya virtual dalam segala bidang. Karakteristik baru berbasis digital merupakan syarat mutlak layanan usaha masa kini. Ciri interaktif dan simulatif harus diramu dalam karya pelayanan yang tetap bermakna bagi pelanggan dan mitra kerja. PT Kanisius mesti berselancar di samudera digital, mendayagunakan teknologi untuk membangun pertumbuhan melalui berbagai peluang usaha, memperbarui teknologi produksi dan layanan pelanggan, mengembangkan inovasi kreatif, serta bersinergi dalam jejaring tanpa batas. Pelayaran di samudera percetakan-penerbitan selama 100 tahun memberikan ketangguhan tertentu dalam menghadapi aneka rupa badai, namun perlu disadari bahwa samudera digital merupakan wilayah yang sungguh baru. Boleh jadi pengalaman sebelumnya tidak serta merta menjadi modal keberhasilan mengatasi badai di wilayah baru ini.

Untuk itulah diperlukan karyawan muda yang kreatif berinovasi, lingkungan dan suasana kerja yang mendukung lahirnya kreativitas, serta keberanian untuk keluar dari rutinitas dan kebiasaan-kebiasaan “dunia lama”. Inilah ruang segar bagi kaum muda PT Kanisius untuk melakukan keseruan-keseruan yang produktif.

Melestarikan Bumi

Berkat dari pandemi adalah melambatnya kehidupan sosial yang hectic. Menjadikan orang cenderung tinggal di rumah dan melihat segala sesuatu di sekelilingnya dengan kesadaran yang lebih dalam. Seiring dengan situasi ini, kesadaran untuk memelihara lingkungan demi pelestarian bumi tempat kita berpijak juga semakin menguat. Sangatlah relevan bagi PT Kanisius untuk meletakkan kepedulian terhadap lingkungan hidup ini sebagai bagian dari persembahan di usia seabad, seturut anjuran Bapa Suci Fransiskus dalam Laudato Si. Kehadiran PT Kanisius mesti dapat memberikan kontribusi dan inspirasi tentang pelestarian alam, memelihara bumi sebagai tempat tinggal umat manusia.

Peduli pada yang Terabaikan

Pandemi juga telah membawa serta penderitaan bagi kelompok marginal. Kelesuan ekonomi makro maupun mikro yang diikuti dengan banyaknya pemutusan hubungan kerja, telah menambah panjang barisan orang yang termarginalkan karena kehilangan mata pencaharian. Sebagai bagian dari Gereja dan Bangsa Indonesia, tidak mungkinlah PT Kanisius menutup mata terhadap keprihatinan sosial masyarakat sekitarnya. Kehadiran PT Kanisius di tengah masyarakat mesti juga memberikan dampak yang menyejahterakan dan memberdayakan masyarakat.

Olah Rohani

Ciri kematangan pribadi adalah kemampuan menimbang dan mengambil keputusan. Di tengah situasi yang penuh tantangan dilematis, diperlukan kejernihan hati nurani dalam pengambilan keputusan. Olah rohani menjadi instrumen yang penting untuk mengasah hati nurani agar mampu menghadirkan diri dalam konteks kehidupan sosial yang beragam. Karena itu, Latihan Rohani perlu terus-menerus diperkenalkan dan diajarkan kepada segenap insan Kanisius sebagai sarana pendewasaan dan pematangan pribadi dalam pengambilan keputusan. Latihan Rohani adalah juga ciri yang membedakan Kanisius dari lembaga-lembaga bisnis lainnya.

Olah rohani, kepedulian pada yang terabaikan, memberi ruang segar bagi kaum muda untuk berkreasi, dan melestarikan bumi, merupakan komitmen PT Kanisius sekaligus perwujudan dari preferensi rasuli universal Serikat Yesus yang dipromulgasikan sejak 2019. Sebagai karya milik Serikat Yesus, PT Kanisius hendak turut mewujudnyatakan preferensi rasuli Serikat Yesus ini dalam gerak langkahnya hingga 2030. Apapun bentuk pelayanan karya yang akan dipersembahkan PT Kanisius bagi negeri ini, hendak dilakukan dalam kerangka preferensi di atas. Berbekal komitmen ini, Kanisius menyongsong usia seabad dalam perwujudan PT Kanisius yang memasuki usia sewindu.

Cita dan Karya Warnai Indonesia …. Semoga PT Kanisius dapat mempersembahkan keindahan bagi kemajuan peradaban.

 

*Mg. Sulistyorini
Direktur Eksekutif PT Kanisius