CERITA KAMI

Merawat Kebinekaan Melalui Spirit NU

11-04-2018 12:09

Judul: NU Penjaga NKRI

Tebal: 360 halaman

Ukuran: 148 x 210 mm

Penulis: Iip D. Yahya (editor)

Cetakan: I, 2018
ISBN: 978-979-21-5523-5

Harga: Rp85.000,-

 

Berangkat dari situasi di Indonesia yang sekarang memasuki tahun-tahun politik,  berangkat dari permasalahan yang menyangkut persatuan dan kesatuan NKRI, berangkat dari visi penerbitan dan percetakan PT Kanisius, yaitu untuk mewujudkan masyarakat yang nasionalis dan bermartabat, PT Kanisius terdorong untuk menerbitkan buku yang mengangkat persoalan tentang persatuan dan keberagaman. Dalam konteks Indonesia tentunya, NU memiliki sejarah yang penting bagi  sejarah persatuan negara ini. Buku NU Penjaga NKRI merupakan buku kumpulan esai yang berbicara tentang NU dalam berbagai sudut pandang. Namun, dari banyak sudut pandang itulah terdapat benang merah yang berbicara bahwa NU adalah penjaga NKRI.

 

Terdapat 22 esai yang terhimpun dalam buku ini, yang mana para penulisnya berasal dari berbagai latar belakang. Kedua puluh dua esai tersebut bersumber dari nama-nama penulis beriku: K. Ng. H. Agus Sunyoto, M. Jadul Maula, Zuly Qodir, Franz Magnis-Suseno, K.H. Husein Muhammad, K.H. Luqman Harits Dimyathi, K.H. Abdul Gofharrozin, Susi Ivvaty, M. Nova Burhanuddin, Ahmad Khoirul-Umam, Ali Amin, Zacky Khairul-Umam, Trisno S. Sutanto, Neng Dara Affiah, Alissa Wahid, M. Imam Azis, Amin Mudzzakir, H. Yaqut Cholil Qoumas, Hairus Salim H.S., Aloys Budi Purnomo, Benny Susetyo, dan Mohamad Syafiq Alielha. Kedua puluh dua esai tersebut terbagi menjadi empat bagian: “NU: Sanad Keilmuan yang terus bersambung”, “Dari Indonesia untuk Dunia”, “Gus Dur: Sang Pembuka Pintu”, dan “NU Penjaga NKRI”.

 

Secara garis besar, Islam yang diamalkan oleh warga NU itu diwujudkan dalam pola beragama yang tawassuth (moderat), tawazun (keseimbangan), i’tidal (jalan tengah), dan tasamuh (toleran). Pola beragama tersebut menjadi landasan bagi terbangunnya tiga persaudaraan, yaitu antarsesama umat Islam (ukhuwwah Islamiyyah), sesama warga bangsa (ukhuwwan wathaniyyah), dan sesama manusia (ukhuwwah basyariyah). Berdasarkan garis besar tersebut, dapat dikatakan bahwa NU mempunyai spirit dalam merawat kebinekaan di Indonesia.

 

Buku ini juga merupakan salah satu wujud menyongsong satu abad Penerbitan-percetakan Kanisius. Selain juga secara khusus ikut menyambut harlah NU pada awal tahun 2018 ini. Semangat menerbitkan buku ini adalag semangat dalam merawat kebinekaan, selain itu juga seperti yang dituliskan pada bagian pengantar dari buku ini bahwa dalam perjalanan, sejarah, Nahdlatul Ulama selalu memberikan energi lebih untuk ikut ambil bagian dalam meredam beragam upaya yang berusaha merusak rajut kebinekaan. Besar harapan untuk terwujudnya Indonesia yang di dalamnya terdapat kebinekaan dan keberagaman, terlebih saling menghargai dan tidak ahistoris. Semoga buku ini bisa ikut menumbuhkan nilai-nilai luhur yang sudah ditanamkan oleh para pendiri bangsa, minimal dalam benak para pembaca. [ed.]