CERITA KAMI

NU Merawat NKRI sebagai Rumah Bersama

24-04-2018 10:31

Dalam sejarah panjang, Nahdlatul Ulama (NU) selalu memberi energi lebih untuk ikut ambil bagian dalam meredam beragam upaya yang merusak kebinekaan. NU mampu berperan sebagai kekuatan sosial berbasis agama dengan visi kebangsaan yang kukuh. Salah satu momentumnya, tahun 1984 NU menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final dan Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia. Realitas kesejarahan ini sebagai suatu perkembangan tak ternilai harganya.

Buku yang diprakarsai Penerbit Kanisius bekerja sama dengan kaum muda NU ini menggambarkan kegigihan tersebut. Keteguhan NU menjaga keutuhan NKRI tak lepas dari peran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Aktivis lintas-iman, Trisno S Sutanto, menjadi saksi Gus Dur kokoh pendirian dalam mengampanyekan pribumisasi Islam dan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara (hal 222).

Kecintaan Gus Dur terhadap NKRI tak pernah luntur sampai akhir hayat. Romo Benny Susetyo menceritakan, tiga hari menjelang wafat, Presiden ke-4 itu lewat telepon berpesan kepadanya, “Fundamentalisme itu jangan dimusuhi, tetapi harus dicintai.” Pesan itu jelas menunjukkan Gus Dur sangat menghargai pluralisme dan kesatuan Indonesia.

Bagi Romo Benny, Gus Dur merupakan personifikasi NU. Dia rahim asal eksistensi dan pemikirannya. Tanah Air sangat dicintainya. NU adalah aset bangsa yang memiliki kontribusi begitu besar bagi pembangunan peradaban Indonesia dari masa lampau hingga kini. Maka, tak ada alasan untuk menolak NU sebagai bagian utama pilar keindonesiaan yang menggerakkan, mendorong, dan mengontrol Indonesia sebagai bangsa sekaligus menjadikannya rumah bersama (hal 312).

Pengalaman relasional dirasakan langsung oleh Romo Aloys Budi Purnomo. Melalui pergaulan dan persahabatan yang intensif dan impresif dengan Gus Mus, Habib Luthfi bin Yahya, dan keluarga besar Gus Dur, Romo Budi semakin yakin sikap NU melindungi minoritas akan terus mengakar. Ini menengok ketulusan dan keteduhan para tokoh panutannya (hal 283-297).

Terima kasih kepada Koran Jakarta dan Saudara Muhammad Syifa alumnus UIN Malang atas pemuatan resensi NU Merawat Indonesia sebagai Rumah Bersama dari Buku NU Penjaga NKRI dimuat 13 April 2018.