DARI MEDIA

Hoaks, Musuh Otak Kritis Era Digital

15-01-2019 13:27

Rhenald Kasali menjadi jenama era disrupsi, serba digital, revolusi 4.0. Hermawan Kertajaya menjadi jenama jaringan bisnis manajemen. Dua sosok intelektual ini patut jemawa di tengah karut-marut peradaban bangsa yang dilanda hoaks, bohong intelek, kejahatan berbahasa, dan intoleransi. Keduanya menjadi dialektika atau tembok pemantul untuk senantiasa berpikir kreatif dan kritis.

Iptek tidak selalu meningkatkan kesejahteraan dan intensitas komunikasi, tetapi menyebabkan perubahan vital pola pikir. Masa lalu tradisional menyisakan rutinitas, otomatis, dan prosedural yang menggiring ke tampuk kebiasaan atau zona nyaman. Era kini serbamesin memaksa secara radikal agar memiliki cara pikir yang kompleks, lebih adaptif, dan peka terhadap beda pandangan.

Richard Paul dan Linda Elder menderetkan ciri-ciri kondisi dunia terkini: 1) dunia kini gagal mengantisipasi pengetahuan/data dalam pekerjaan, gagal memprediksi jenis pekerjaan yang akan kita serap; 2) kuasa dunia teknologi menjurus pola pikir simplistis untuk isu kompleks (kriminalitas, intoleransi, kejahatan remaja); 3) media nasional menggagahi kuasa lebih atas pikiran masyarakat; 4) privasi selalu digerus penetrasi teknologi: software, tes DNA, kartu kredit, sistem lacak diri; 5) globalisasi tanpa kendali secara virtual dan menjauhkan mutu putusan yang memengaruhi hidup; 6) ideologi demi komunitas eksklusif; 7) banalitas atau kekerasan menjungkirkan keadilan; 8) peradaban semakin dipepet demi perang ideologi.

 

Buku Kasdin Sihotang ini membongkar satire manusia terdidik. Mereka kaum intelek yang intelektual. Pelahir golongan terpelajar, cerdas-cendekia. Tetapi logika dan etiket hidupnya sempoyongan, tidak mendayakan kecakapan kodratiah (homo est animal rationale-Aristoteles) secara maksimal. Terjadi karut-marut benturan berpikir kritis dengan keutamaan hidup. Gejalanya mereka tenggelam dalam selubung hidup (nafsu, ambisi, profesi, harta, kepentingan personal dan kelompok, serta motif-motif di luar nalar (hlm 4).

Terima kasih kepada Harian Kabar Madura dan Saudara Anton Suparyanta atas pemuatan resensi berjudul “Hoaks, Musuh Otak Kritis Era Digital” di halaman 6, kabar opini, rubrik resensi buku, dari buku Berpikir Kritis, Kecakapan Hidup di Era Digital. Dimuat Selasa, 11 Desember 2018.