DARI MEDIA

Jemawa Teknofil, Titik Serang Berpikir Kritis

26-02-2019 14:07

Kecenderungan intelektual di tanah air jemawa mengartikan negatif jika para cerdik-cendekia senantiasa menerapkan berpikir kritis. Kritis bergegas dicap negatif karena berseberangan dan melawan arus utama. Padahal kritis menjadi penjaga kewarasan setiap pribadi untuk menalar dengan benar.

Buku Berpikir Kritis, Kecakapan Hidup di Era Digital ini pintar menyigi situasi dan kondisi peradaban bangsa yang sedang gaduh. Tak ada logika hulu dan hilir yang benar. Tanda-tanda zaman ini sangat diperlukan trik lihai untuk selalu kritis dalam mencerna fenomena hidup yang penuh huru-hara. Tak elak, tak hindar, tetapi harus diselami.

Gejala ini jauh hari diungkap Thomas Lickona (seorang profesor pendidikan dari Cortland University). Lickona jemawa merumuskan 10 (sepuluh) tanda zaman yang menggila. Ancaman ini harus sigap dan sadar diwaspadai karena dapat mengusung bangsa menuju jurang kehancuran. Kasdin Sihotang menyigi teroka zaman Thomas Lickona ini menjadi 8 (delapan) rumusan. Kasdin memeras teroka Richard Paul dan Linda Elder yang terjebak logika teknofil (hlm 8-9).
Terima kasih kepada Jawa Pos Radar Sampit dan Saudara Anton Suparyanta atas pemuatan resensi berjudul Jemawa Teknofil, Titik Serang Berpikir Kritis dari buku Berpikir Kritis, Kecakapan Hidup di Era Digital, dimuat Minggu, 27 Januari 2019.