DARI MEDIA

Tetap Waras Menyikapi Kekalahan

10-05-2019 09:54

Era persaingan yang ketat sekarang banyak memunculkan orang-orang yang depresi, stres, dan berbagai penyakit mental yang merusak. Tekanan mental yang begitu berat, ditambah lunturnya nilai-nilai utama seperti kejujuran dan kasih sayang pada sesama, banyak mendorong orang dalam perilaku negatif seperti berbohong, iri, dan bahkan membenci orang lain.

Di buku ini, Mona Sugianto, founder Ad Familia Indonesia, mengajak kita menyelami berbagai ironi hidup manusia hari ini. Lewat pengalaman sebagai psikolog klinis, serta berbagai kisah nyata yang ia dengar, lulusan terbaik Magister Profesi Psikologi (Klinis) Universitas Atma Jaya Jakarta ini mengajak pembaca berefleksi, menjernihkan hati dan menjaga kewarasan mental.

Penulis menegaskan bahwa waras bukan hanya tentang tidak adanya penyakit kejiwaan. Ada aspek-aspek lain yang perlu dipenuhi untuk bisa dikatakan “waras”, yang mencakup hal yang kita pikirkan (kognitif), rasakan (afektif), dan lakukan (psikomotorik). Penulis mengajak pembaca memiliki “kemerdekaan” dan “keberanian” yang cukup. Bukan untuk menghakimi “apakah orang lain waras?”, namun mempertanyakan pada diri sendiri, “apakah saya waras?” (hlm 14-15).

Kegagalan, kekecewaan dan berbagai kondisi yang tak sesuai dengan apa yang kita harapkan pasti mengiringi kehidupan kita. Manusia yang waras bukan mereka yang tak pernah gagal dan tak pernah kecewa. Mona menjelaskan, manusia yang sehat mental adalah manusia yang sanggup memaknai setiap emosi yang hadir dengan benar, baik saat sedih, marah, kecewa, dan sebagainya.

Terima kasih kepada Koran Jakarta dan Saudara Al-Mahfud atas pemuatan resensi Tetap Waras Menyikapi Kekalahan dari buku Yakin Waras. Dimuat, Kamis, 25 April 2019.