DARI MEDIA

Spiritualitas Bapa Kami dari Buku Di Bumi Seperti di Surga

13-07-2019 10:29

Sejak zaman Gereja Purba, Bapa Kami menjadi doa favorit umat Katolik. Pengilhamnya istimewa, Tuhan Yesus. Kandungannya kekal. Aktualitasnya meneroka menyintas zaman. Sungguh mengesan untuk menyadari bahwa sembari melafazkan kata-kata yang sudah berabad-abad memakan usia itu umat Katolik sejagat terikat dengan memorabilia sejarah biblis, keyakinan janji masa depan, dan jiwa zaman yang menghampar di sekitar kita. Sungguh memesona dan sublim doa ini dalam khazanah iman umat Katolik.

Buku terjemahan ini menjadi vital untuk umat Katolik awam, apalagi tipis dalam seluk-beluk doa harian. Begitu bernas Nico Syukur Dister, OFM mengalihbahasakan dan mengantar pokok-pokok urutan tujuh permohonan yang terstruktur dalam doa Bapa Kami.

Ada tiga langkah pemahaman jika kita ingin damai menyatu dengan cita-cita surgawi dan kebutuhan duniawi. Tidak begitu mengena jika kita potong kompas langsung unjuk doa dengan melantangkan Bapa Kami. Betapa tidak!

Terima kasih kepada Majalah HIDUP Mingguan Katolik dan Saudara Anton Suparyanta, Prodiakon Gereja St Ignatius Ketandan (GIK), Klaten atas pemuatan resensi berjudul Spiritualitas Bapa Kami dari Buku Di Bumi Seperti di Surga. Dimuat di edisi no. 28 tahun ke-73, 14 Juli 2019.