DARI MEDIA

Membangun Perilaku Positif di Lingkungan Sekolah

17-07-2019 09:06

Perundungan di dunia pendidikan belakangan ini marak terjadi. Belum kering kabar duka yang menimpa seorang guru bernama Budi di Sampang, Madura, yang tewas di tangan siswanya. Baru-baru ini, di media sosial heboh beredar video seorang siswa yang menantang gurunya di kelas. Seperti dilansir beberapa media daring, peristiwa itu bermula saat seorang guru menegur siswanya yang ketahuan merokok di kelas. Karena tidak terima, siswa sebuah SMP di Kecamatan Wringinanom, Gresik, itu merundung dan menantang gurunya di kelas. Peristiwa ini membuat banyak kalangan terkejut sekaligus prihatin karena menunjukkan betapa rusaknya moral siswa saat ini. 


Doni Koesoema A., dalam buku Pendidikan Karakter Berbasis Kultur Sekolah mengajak semua kalangan yang bertanggung jawab atas pentingnya pembentukan moral siswa agar tidak lagi terjadi bullying yang dilakukan siswa kepada guru, siswa kepada temannya, atau yang dilakukan oknum guru kepada siswanya. Buku ini memuat sejumlah fakta bagaimana pendidikan karakter seharusnya dibentuk dari lingkungan sekolah. 
Doni menjelaskan, pendidikan karakter berbasis sekolah beda dengan pendidikan karakter berbasis kelas. Pendidikan karakter berbasis kelas lebih fokus pada penelaahan tentang apa yang terjadi dalam konteks relasi antara guru dan murid dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Sedangkan, pendidikan karakter berbasis kultur sekolah menelaah corak relasi antara individu dalam lingkungan pendidikan yang mengatasi batas-batas kelas, baik secara fisik maupun pedagogis, dengan melibatkan norma, aturan, dan regulasi yang membingkai setiap perilaku individu yang menjadi anggota komunitas sekolah tersebut sehingga terbentuk ekosistem (hlm. 29). Terima kasih kepada Jateng Pos dan saudara Untung wahyudi atas pemuatan resensi berjudul Membangun Perilaku Positif di Lingkungan Sekolah dari buku Pendidikan Karakter Berbasis Kultur Sekolah. Dimuat Minggu, 14 Juli 2019.