DARI MEDIA

Pesan Paus dalam Doa Pujian

08-08-2019 10:08

Gerak-gerik Paus Fransiskus selalu menarik untuk disimak. Sepak terjang Jorge Mario Bergoglio ini selalu diikuti banyak orang sejak pengukuhannya menjadi Paus ke-266.  Awal Juni 2019 Paus Fransiskus menandatangani perubahan dalam doa Bapa Kami (”Pope Francis approves change to Lord’s Prayer” dalam www.dailywire.com).

Terjemahan awal “dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan” direvisi menjadi “dan jangan biarkan kami jatuh ke dalam pencobaan”. Sudah 16 tahun pengkajian pakar semiotika teologis, pastoral, dan sudut tafsir stilistika yang berargumen bahwa sebab Bapa tidak pernah memasukkan manusia dalam pencobaan, tetapi manusia yang menjatuhkan diri dalam pencobaan.

Bagaimana reaksi Justinus Juadi, FIC jika memahami terjadi sedikit perubahan makna berdasarkan sudut pandang liyan atas keputusan Paus ini?

Merunut buku ini tentu muncul untaian doa terbaru. Buku ini menjadi permenungan besar berkat figur gembala panutan. Justinus Juadi, FIC mengemas visi misi Paus, baik karena saleh pribadi maupun homilinya. Juadi mengulik dan merangkai menjadi delapan puluhan doa. Juadi jarang tergelincir dalam pengulangan. Tak mudah mengolah kata atau frasa indah ke dalam doa. Tak cukup doa sebatas puitis. Doa adalah wawanhati dengan Tuhan.

Buku ini didominasi doa yang memohon. Ambillah satu nas yang menurut katekese adalah janji iman agung. Tuhan, Engkau pernah bersabda, “Apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

Terima kasih kepada Majalah Hidup dan Saudara Antonius Suparyanta Prodiakon Gereja St. Ignatius Ketandan atas pemuatan resensi berjudul Pesan Paus dalam Doa Pujian dari buku Untaian Doa dari Inspirasi Paus Fransiskus. Dimuat Minggu, 4 Agustus 2019.