DARI MEDIA

Mempersiapkan Hari-hari Pascapensiun

17-12-2019 13:48

Memasuki usia pensiun (lansia) bisa berdampak psikologis yang sangat kuat karena perubahan aktivitas dari rutin dan padat menjadi boleh dikata kosong. Selain itu, kesehatan fisik juga makin menurun. Perubahan ini sebenarnya sama sekali tidak diharapkan. Semua orang ingin memiliki fisik sehat dan lingkungan kerja yang memperhatikan dirinya. Namun, faktanya tidak demikian.

Buku ini mencatat beberapa kisah orang yang menderita di usia lansia. Seorang ibu berumur 67 tahun, sejak pensiun merasa teman-teman kantor tidak lagi memperhatikan. Saat berulang tahun, hanya beberapa yang datang. Dia juga merasa tidak berguna karena potensinya tidak seoptimal dulu. Pensiun dipandang sebagai nasib buruk.

Pergolakan psikis ini membuatnya jadi pemarah. Anak dan cucu sering dimarahi tanpa sebab jelas. Mereka juga kerepotan merawat dan melayani karena kepribadiannya jadi sulit dipahami (hlm 11).

Ada pula lansia yang tidak menerima kenyatan dirinya tua, sehingga depresi, mudah sakit, dan pemarah. Hubungan dengan anak dan cucu tidak harmonis lagi. Padahal anak-cucu ingin membahagiakan. Puncaknya, lansia tersebut ingin mati saja.

Maka dari itu, setiap orang harus mempersiapkan diri memasuki lansia agar tetap bahagia. Kalau sudah disiapkan akan jauh dari rasa cemas, terasing, takut kehilangan momen-momen indah selagi muda. Lansia harus disiapkan jauh-jauh.Orang menjelang pensiun perlu menyiapkan kegiatan pascapensiun agar dapat menerima realitas. Dengan begitu, dia bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Anak cucu juga perlu bersiap untuk merawat dengan baik (hlm 33–47).

Masa pensiun tiap orang berbeda-beda tergantung pada profesi. Misalnya, pemain sepak bola dianggap tua dan harus pensiun usia 33. Sedangkan pegawai negeri, pensiun justru mendekati usia 60. Perlu siapkan kegiatan-kegiatan setelah pensiun untuk mengganti aktivitas rutin sebelumnya. Perencanaan yang matang lebih mudah bagi lansia untuk ceria dengan kegiatan yang baru. Biasanya, aktivitas pascapensiun antara lain mengembangkan hobi.

Terima kasih kepada Koran Jakarta dan Saudara Salman Alfarisi, Alumnus Unair Surabaya atas pemuatan resensi Mempersiapkan Hari-hari Pascapensiun dari Buku Menjadi Orang Tua (Lansia) yang Bahagia. Dimuat Kamis, 10 Oktober 2019.