DARI MEDIA

Cinta yang tak Melulu Manis dan Indah

17-02-2021 13:08

Cinta adalah sebuah misteri, yang belum pasti semua orang merasakannya. Pun juga belum tentu semua orang mengerti arti cinta. Dalam konteks dewasa ini, cinta sering kali dikaitkan dengan perlambang yang menyejukkan serta menyenangkan. Misalnya, bunga mawar merah dan cokelat. Dua hal ini, secara tidak langsung menjadi simbol untuk mematerilkan cinta itu sendiri. Padahal, cinta sendiri tidak melulu manis dan indah. Ada kalanya, ia menjadi begitu pahit dan sulit dijelaskan. Terus, apa sebenarnya cinta itu? Ada yang bilang, cinta itu nafsu. Lantas, apa beda keduanya? Apakah masih pantas disebut cinta jika ia sudah terbilang nafsu? Ataukah memang keduanya ditakdirkan untuk berpasangan? Sehingga, kita pribadi sulit untuk membicarakan cinta karena saking rumitnya. Melalui buku Cinta Bukan Cokelat, Saras Dewi mengajak kita sedikit lebih pandai membicarakan soal cinta dan jejaringnya. Selain itu, buku ini juga mengkampanyekan cinta dari perspektif filsafat. Sekaligus untuk mematahkan stigma bahwa filsafat itu ribet dan menakutkan.


https://www.metamorfosa.co/2020/03/cinta-yang-tak-melulu-manis-dan-indah.html

Terima kasih kepada Metamorfosa.co  atas pemuatan resensi Cinta yang tak Melulu Manis dan Indah dari buku Cinta bukan Cokelat Novel. Dimuat, 12 Maret 2020.